1
Serba-serbi Ramadhan

Jangan Lupa! Ini 7 Persiapan Menyambut Ramadhan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com –  Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Saking senangnya ketika bulan Ramadhan datang, lantas jangan malah berburu diskonan di mall. Tapi persiapkanlah hal-hal ini. Berikut ini ada 7 persiapan menyambut ramadhan yang wajib dipahami.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Pengertian Ramadhan Kareem!

Persiapan Menyambut Ramadhan

Umroh.com merangkum, ada tujuh persiapan yang sebaiknya kita lakukan dalam menyambut Ramadhan. Dan yang pertama sangat mudah untuk kita lakukan. Simak di sini!

1. Doa

Umroh.com merangkum, doa adalah sebuah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba untuk mengkomunikasikan hajat dan harapan mereka kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Adapun kaitannya dengan menyongsong dan menyambut bulan Ramadhan adalah berdoa, memohon kepada Allah dikaruniai umur panjang hingga berjumpa dengan bulan Ramadhan kembali.

Para salaf terdahulu memohon dipertemukan dengan bulan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya. “Allahumma barik lana fi Rajaba wa sya’bana, wa ballighna Ramadhan; Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan” doa ini adalah salah satu do’a yang masyhur dari para salafus Shaleh rahimahumullah.

Kita tidak mendapat jaminan umur apakah akan sampai ke bulan Ramadhan berikutnya atau tidak. Dan sekalipun kita sampai ke bulan Ramadhan, tak ada jaminan kita dapat meraih keutamaan Ramadhan. Karena itulah di sisa hari menjelang Ramadhan diharapkan untuk berdoa agar kita dapat berjumpa dengan Ramadhan.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

2. Bergembira dengan kedatangan Ramadhan

Tanda keimanan seseorang yakni bersukacita dan bergembira dengan datangnya Ramadhan. Sebab Ramadhan bagai tamu agung yang akan datang dengan berbagai kebaikan dan keutamaan. Ia datang membawa rahmat, maghfirah (ampunan), pembebasan dari neraka, satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan beragam keutamaan lainnya. Karena itu para pecinta dan perindu kebaikan pasti senang dan bersukacita dengan kedatangannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu men-tabsyir (menyampaikan kabar gembira) kepada para sahabat setiap kali Ramadhan datang. Beliau menggembirakan agar termotivasi untuk memanfaatkan momen Ramadhan dan berusaha meraup keutamaannya.

webinar umroh.com

Beliau bersabda, “Ramadhan telah mendatangi kalian. Bulan yang penuh berkah. Allah memfardhukan kepada kalian berpuasa pada bulan ini. Pada bulan ini (pula) pintu langit dibuka, pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sesiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka terhalangi dari kebaikan” (HR. Nasai)

3. Memiliki azzam (tekad kuat) dan niat tulus

Saat Ramadhan datang, kita harus memiliki tekad yang kuat (azzam) dan niat yang tulus untuk memanfaatkan bulan keberkahan ini. Dengan demikian, maka tekad yang kuat (azam) dan niat yang tulus akan membuat seseorang produktif dalam mengisi Ramadhan dengan berbagai ibadah dan amal shaleh.

Tak hanya itu, dengan tekad yang kuat dan niat yang tulus, dapat menjadi sebab datangnya taufik dan kemudahan dari Allah SWT. Allah Maha Mengetahui apapun yang ada di dalam hati seorang hamba, maka seseorang yang memiliki tekad yang kuat dan niat sungguh-sungguh untuk meraih keutamaan Ramadhan, Allah akan memberikan kemudahan.

Tak hanya melancarkan rezeki, umroh juga menjadikan Anda sebagai tamu istimewa Allah. Yuk temukan paket umroh terbaiknya cuma di Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

4. Bertaubat

Sebelum memasuki bulan Ramadhan semestinya kita sudah lebih dahulu bertaubat dari dosa dan maksiat. Karena pada bulan Ramadhan, kita akan melakukan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah. Sementara, dosa dan maksiat dapat menghalangi seseorang dari ketaatan. Sebab, dosa dan maksiat dapat mengotori dan menutupi hati. Pemilik hati yang tertutupi oleh karat dosa dan maksiat biasanya berat melakukan ibadah dan amal shaleh.

Dahulu, para salaf sangat peka dalam soal ini. Diantara mereka ada yang mengatakan, “Saya terhalangi melakukan shalat malam karena satu dosa yang kulakukan”. Imam Hasan al-Bashri rahimahullah pernah ditanya oleh seorang pemuda yang merasa berat bangun malam, padahal ia sudah berusaha. “La ta’shiyhi fin Nahari, yuqidzuka fil Lail; Jangan kau durhakai (Allah) pada siang hari, Dia akan membangunkanmu pada malam hari”, saran Hasan al-Bashri. Berkenaan dengan kecintaan terhadap al-Qur’an, Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Lau thahurat qulubuna maa syabi’at min kalami Rabbina; Andai hati kita bersih, maka ia takkan pernah kenyang meni’mati perkataan Rabb kita (Al-Qur’an)”

5. Persiapan dan perencanaan target selama Ramadhan

Hal selanjutnya yang harus kita lakukan adalah dengan persiapan dan perencanaan target. Meski bersifat teknis, tetapi penting. Karena apabila kita gagal menyiapkan dan merencanakan sama saja dengan kita bersiap untuk menyiapkan dan merencanakan untuk gagal.

Agenda ibadah dan amal shaleh pada bulan Ramadhan semisal puasa, shalat tarwih, tilawah al-Qur’an, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya perlu disiapkan dan direncanakan dengan matang. Persiapan dan perencanaan yang baik insya Allah akan sangat membantu memaksimalkan ibadah dan amal shaleh pada bulan Ramadhan yang mulia.

6. Pemahaman ilmu tentang fiqh Ramadhan

Islam sangat mementingkan ilmu sebelum beramal. Banyak ayat al Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya surah Muhammad ayat 19:

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang patut diibadahi kecuali Allah” (QS. Muhammad: 19).

Ilmu dipentingkan sebelum beramal, karena syarat diterimannya amal setelah ikhlas adalah mutaba’ah. Yakni amal tersebut harus benar dan bersesuaian dengan syari’at dan sunnah. Oleh karena itu guna menyambut Ramadhan dengan ilmu, perlu kiranya menyegarkan kembali pelajaran tentang fiqh ibadah pada bulan Ramadhan. Semisal fiqh puasa, shalat tarwih, zakat, sedekah, dan iabadah-ibadah lainnya.

7. Membersihkan hati dari sifat dendam dan hasad kepada sesama muslim

Dendam dan dengki (hasad) merupakan sifat tercela. Sementara terbebas dari sifat tercela tersebut merupakan ciri orang beriman dan bertakwa. Terbebas dari sifat pendendam merupakan tanda penghuni surga, demikian pula dengan sifat hasad (iri hati dan dengki). Ia merupakan sifat buruk yang sangat berbahaya. Ia dapat menghapuskan amalan kebaikan bagai api yang melahap kayu bakar.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Agar dapat melaksanakan Ramadhan dengan hati tenang. Jangan sampai berbagai kebaikan yang dilakukan menjadi sia-sia karena sifat dengki (hasad). Sebab hasad dapat melahap kebaikan seperti api yang menghanguskan kayu bakar.

Persiapan menyambut Ramadhan ini semestinya kita lakukan sejak jauh-jauh hari. Namun, tak ada kata terlambat untuk berbenah diri kok!