1
Sejarah Islam

Ketika Rasulullah Ditolak Dua Kali oleh Wanita

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Sebagai manusia paling mulia, tak heran banyak wanita yang akan merasa terhormat jika berhasil menjadi istri Rasulullah. Menjadi suami dari Khadijah selama 25 tahun, Rasulullah kemudian memperistri 8 janda dan seorang gadis setelah hijrah ke Madinah. Selain wanita-wanita mulia itu, Rasulullah ternyata pernah mempersunting seorang wanita. Bukan hanya sekali, namun dua kali, dan keduanya berbuah penolakan. Siapakah dia?

Baca juga: Kisah Hebatnya Seorang Istri Firaun yang Penuh Haru

Fakhitah, Putri Abu Thalib yang Menarik Perhatian Muhammad SAW 

Umroh.com merangkum, saat masih muda, Rasulullah menyimpan ketertarikan pada Fakhitah atau Ummu Hani’. Fakhitah adalah teman Rasulullah semasa kecil, dan merupakan putri pamannya, Abu Thalib. Ibu dari Fakhitah adalah Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdu Manaf.  

Mau tabungan umroh hingga Rp 1 Juta? Caranya mudah, cukup dengan download Aplikasi di sini!

Fakhitah dikenal sebagai wanita Quraisy yang bijaksana dan memiliki akhlak mulia. Nama lengkapnya adalah Fakhitah binti Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Dia merupakan kakak dari Ali bin Abi Thalib dan Ja’far bin Abi Thalib. Dua orang lelaki yang dikenal istimewa dalam perjuangan Islam.  

Sekitar lima tahun sebelum mengenal Khadijah, Nabi Muhammad SAW muda sempat mengutarakan keinginannya untuk mempersunting Fakhitah. Kepada Abu Thalib, Nabi Muhammad melamar gadis yang menjadi pujaan beliau kala itu.  

Lamaran Muhammad SAW Muda Ditolak secara Halus

Akan tetapi, keinginan Rasulullah muda bertepuk sebelah tangan. Ayah dari Fakhitah, Abu Thalib, menolak dengan halus permintaan Nabi Muhammad muda. Abu Thalib ingin menjodohkan putrinya dengan orang lain. Kala itu Fakhitah telah dilamar oleh seorang lelaki bernama Hubayroh. Seorang pria kaya yang dikenal sebagai penyair berbakat. Lelaki dari kabilah Bani Makhzum yang semakin dikenal kekuasaannya. Sebaliknya, pamor kabilah Bani Hasyim semakin menurun.

Kepada keponakannya, Abu Thalib menjelaskan bahwa pernikahan tersebut dilakukan sebagai cara untuk membalas budi. Juga menjaga hubungan baik antara dua kabilah kala itu. Hubayroh merupakan anak dari saudara ibu Abu Thalib, dan berasal dari Bani Makhzum.  

Abu Thalib berkata kepada Muhammad SAW, “Wahai Muhammad, putriku telah kujodohkan dengan kabilah Makhzum, sebagaimana kabilah itu menikahkan putrinya dengan kabilah kita, yaitu orang tuamu, Abdullah dan Aminah”.

webinar umroh.com

Abu Thalib juga menambahkan, “seseorang yang baik harus membalas kebaikan yang sama dengan yang telah diberikan kepada kita”. 

Fakhitah kemudian menikah dengan Hubayroh. Mereka tinggal di Mekkah, dan dikaruniai empat orang anak. Ia kemudian dikenal dengan nama Ummu Hani’, karena anak pertamanya bernama Hani’.  

Muhammad SAW Menikah dengan Khadijah 

Sementara itu, Muhammad SAW kemudian mengenal Khadijah. Seorang wanita Quraisy yang sangat dihormati. Khadijah juga dikenal sebagai pedagang yang kaya raya.

Punya rencana umroh bersama keluarga? Tak perlu khawatir, di sini Anda bisa memilih paket umroh sesuai kantong!

Setelah bekerja sama dengan beliau, Khadijah menyimpan ketertarikan kepada Rasulullah. Seorang kerabat Khadijah lalu menemui Muhammad SAW. Dia mengatakan bahwa ada seorang wanita Quraisy yang terhormat dan kaya raya menaruh hati kepada beliau.  

Menerima kabar tersebut, Muhammad SAW menjelaskan bahwa ia tidak memiliki harta sehingga merasa tidak mampu menikahi Khadijah. Kerabat Khadijah pun meyakinkan Muhammad SAW bahwa ia tidak perlu memikirkannya. Jika Muhammad SAW bersedia menikah dengan Khadijah, maka biaya pernikahan bisa diatur di kemudian hari.

Khadijah Mendampingi Rasulullah Hingga Akhir Hayatnya 

Rasulullah akhirnya menikah dan membangun rumah tangga dengan Khadijah. Wanita yang sangat dicintai Nabi Muhammad SAW. Setelah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasulullah, Khadijah selalu mendukung beliau sepenuh hati.

Dengan kasih sayangnya, Khadijah menjadi orang yang mendampingi dan memberikan kedamaian kepada Rasulullah ketika beliau merasakan beratnya tugas dakwah. Khadijah juga banyak berkorban harta demi perjuangan dakwah Rasulullah. Dengan setia, Khadijah mendampingi Rasulullah hingga akhir hayatnya. Sehingga Rasulullah menjadi orang yang paling berduka ketika Khadijah wafat. 

Peristiwa Fathu Makkah, Ummu Hani’ Memeluk Islam 

Setelah perjuangan panjang menyebarkan tauhid, Rasulullah yang telah hijrah ke Madinah kemudian berhasil menaklukan Mekah. Dalam peristiwa Fathu Mekkah, banyak penduduk Mekkah yang memeluk Islam. Salah satunya adalah Ummu Hani’. Ia kemudian berpisah dengan Hubayroh, karena suaminya tak mau memeluk Islam. Bahkan, Hubayroh melarikan diri dari Mekkah. 

Mau dapat kesempatan umroh gratis? Jangan lewatkan kesempatan ini, karena syaratnya cukup dengan download aplikasi di sini

Ummu Hani’ akhirnya menjanda dan merawat anak sendirian. Rasulullah yang telah lama ditinggal Khadijah kemudian memiliki keinginan untuk mempersunting Ummu Hani’. Beliau merasa iba melihat Ummu Hani’ yang telah tua, dan harus merawat empat orang anaknya seorang diri. 

Rasulullah Kembali Meminang Ummu Hani’, namun Ditolak

Rasulullah pun mengutarakan keinginannya dan melamar Ummu Hani’. Namun niat baik Rasulullah kembali ditolak. Kali ini bukan oleh ayah Ummu Hani’, namun oleh Ummu Hani’ sendiri.

Ummu Hani berkata, “Wahai Rasulullah, tak ada wanita yang tidak ingin menjadi istrimu. Begitu pula dengan diriku. Akan tetapi, aku memiliki anak yang banyak. Jika aku akhirnya menikah denganmu, aku bingung harus memilih untuk berat ke mana.  

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad dan Anggur yang Masam

Jika aku harus berat kepada suami, aku takut anak-anakku yang masih kecil terlantar. Sedangkan jika aku berat kepada anak-anakku, maka aku takut akan dzalim kepada suamiku. Wahai Rasulullah, daripada aku menjadi orang yang dzalim, maka maafkan aku tidak bisa menerima lamaranmu”.

Penolakan halus dari Ummu Hani’ tak membuat Rasulullah menyimpan dendam. Bahkan beliau memujinya lewat sanjungan untuk wanita Quraisy. Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy. Sangat penyayang terhadap anak-anaknya”.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.