play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Kuliner

Roti Pita, Makanan Pokok Sederhana Khas Timur Tengah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Jika berkunjung ke rumah makan di Timur Tengah, kita akan disuguhi roti yang khas. Bentuknya bulat pipih dan sedikit menggembung, sehingga di tengahnya tampak memiliki rongga. Roti tersebut adalah roti pita, salah satu makanan pokok masyarakat Timur Tengah.

Sudah Dihidangkan Sejak 4.000 Tahun Lalu

Roti pita adalah hidangan khas Timur Tengah sejak 4.000 tahun yang lalu. Sepanjang sejarah Timur Tengah dan Mediterania, roti pita merupakan makanan pokok, sekaligus peralatan makan. Bagian tengah roti pita yang menggelembung bisa menjadi alat untuk mengambil semua makanan sebelum dimasukkan ke dalam mulut.

Dikenal dengan Nama Pocket Bread

Roti pita biasa dipanggang dalam temperatur yang tinggi, sehingga adonan dapat mengembang. Adonan roti yang mengembang inilah yang akhirnya membentuk celah di antara roti pita. Karena itu roti pita dikenal dengan nama pocket bread. Ketika kita membelah roti pita, bagian tengah akan membentuk seperti kantung yang bisa diisi dengan berbagai macam isian.

Berasal dari Suku di Mediterania

Para arkeolog yakin bahwa roti pita berasal dari Mediterania bagian barat. Suku-suku di sana, seperti Amorites atau Bedouins diperkirakan adalah yang pertama kali menemukan roti pita. Popularitas roti pita kemudian menyebar seiring dengan aktivitas perdagangan orang-orang Bedouin.

Mereka melakukan perjalanan di daratan Arab dan gurun Sahara. Kepopuleran roti pita mudah tersebar karena sesuai dengan karakteristik lahan dan masyarakat di gurun.

Dibuat dengan Bahan dan Perlengkapan yang Sederhana

Roti pita adalah roti sederhana yang bisa dibuat dengan teknologi minimalis. Roti pita terbuat dari adonan gandum yang hanya perlu dipanggang dalam temperatur sangat tinggi. Adonan yang tadinya datar akan mengembang secara dramatis dan membentuk kantong di sela-selanya. Waktu untuk membuatnya juga hanya sekitar satu menit.

Bisa Dinikmati dengan Berbagai Cara

Walaupun dibuat dengan cara dan peralatan yang sederhana, roti pita sangat fleksibel dalam pengemasan dan penggunaannya. Roti pita biasa diisi dengan daging domba, steak, falafel, atau daging ayam. Secara tradisional, Timur Tengah juga suka menambahkan sasu seperti hummus, baba ganoush atau tabouleh.

Kini, modifikasi roti pita sudah banyak dilakukan. Banyak yang mengkonsumsi roti pitas dengan alpukat atau terong. Bahkan ada juga yang membuat keripik roti pita, yang kemudian dimakan dengan berbagai macam saus.

Lebih Sehat

Roti pita juga dianggap lebih sehat. Gandum di dalamnya menjadi sumber serat dan protein yang baik. Pembuatan roti pita tidak banyak menggunakan minyak, sehingga bisa meminimalisir asupan lemak. Selain itu, gula juga tidak banyak digunakan dalam membuat roti pita. Sementara jumlah kalsiumnya juga tidak bisa dibilang sedikit. Satu buah roti pita yang lebar biasanya memiliki kalori yang lebih kecil dibandingkan dua lembar roti tawar biasa.

Populer Hingga Benua Amerika

Kini, kepopuleran roti pita bahkan sampai di Amerika Serikat. Warga di sana senang mengkonsumsi roti pita untuk membuat sandwich. Beberapa juga senang mengkonsumsinya dengan cara disobek dan dicelup dalam berbagai macam saus.

Facebook Comments

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.