1
Fashion

Rukun Sholat Idul Fitri Yang Wajib Diketahui

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Sholat sunah idain memiliki artinya sholat sunah yang dikerjakan pada waktu dua hari raya yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Sholat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawwal setelah umat Islam selesai melaksanakan ibadah puasa ramadhan selama satu bulan penuh, sedangkan untuk sholat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Zhulhijjah.
Kali ini penulis akan membahas mengenai sholat hari raya idul fitri, merupakan sholat yang dilakukan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ramadhan dan merasakan keistimewaan ramadhan, seluruh umat islam di dunia akan merayakan hari besar yakni idul fitri . Idul fitri diartikan sebagai hari suci atau hari dimana umat islam seperti terlahir kembali dan bersih dari dosa. Idul fitri atau yang biasa disebut dengan hari lebaran adalah salah satu momen yang ditunggu oleh umat islam baik di Indonesia atau di negara lain dan dirayakan pada tanggal 1 Syawal. Saat idul fitri kita melakukan satu ibadah yang hanya dilaksankana pada hari raya idul fitri saja yakni shalat idul fitri atau yang biasa disebut sebagai shalat id. Lantas bagaimana rukun sholat idul fitri? Berikut ulasannya untuk Anda.

Rukun Sholat Idul Fitri

Rukun dan syarat sholat idul fitri dengan sholat Idul Adha hampir sama. Kedua sholat tersebut waktunya mulai sejak terbitnya matahari. Sholat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal tahun Hijriah setelah puasa Ramadan, sedangkan sholat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah tahun Hijriah. Kedua sholat Idain ini dilaksanakan sebelum dua khotbah dilaksanakan sebagaimana hadis Nabi SAW berikut ini : Dari Ibnu Umar, “Rasulullah SAW Abu Bakar dan Umar mengerjakan shalat idain (Idul Fitri dan Idul Adha) sebelum khotbah”. (H.R. Nasa’i:1546).
Pelaksanaan sholat Idul fitri adalah rakaat pertama setelah takbiratulihram, membaca doa iftitah dan dilanjutkan dengan takbir 7 kali. Pada rakaat kedua setelah takbir untuk berdiri, dilanjutkan takbir 5 kali. Setelah sholat dua rakaat ini dilanjutkan dengan dua khotbah, khotbah pertama membaca takbir 9 kali dan khotbah kedua membaca takbir 7 kali. Sholat Idul fitri sendiri boleh dilaksanakan di masjid ataupun di lapangan.

Beberapa Hal Yang Berkaitan Dengan Sholat Idul Fitri

Sebelum pergi sholat Idul fitri, disunahkan mandi, berhias dengan memakai pakaian yang baik-baik, dan memakai wangi-wangian. Dari Hasan bin Ali, ia berkata: “Rasulullah SAW Telah menyuruh kami pada dua hari raya, yaitu memakai pakaian sebaik-baiknya yang ada pada kami dan memakai harum-haruman sebaik-baiknya yang ada pada kami dan berkurban dengan binatang segemuk-gemuknya yang ada pada kami”. (H.R. Al-Hakim). Sebelum pergi sholat Idul Fitri disunahkan makan pagi terlebih dahulu, sedangkan pada sholat Idul Adha disunahkan makan setelah sholat Id. Dalam hadis diriwayatkan sebagai berikut. Dari Buraidah r.a. berkata: “Rasulullah SAW tidak keluar untuk sholat hari raya Fitri sehingga beliau makan pagi dan pada hari Adha tidak makan pagi sehingga beliau keluar dari sholat dan makan daging kurbannya”. (H.R. Ahmad).
Sewaktu pulang dari sholat Idain, hendaklah mengambil jalan yang berlainan dengan ketika berangkat untuk sholat. Dari Ibnu Umar Sesungguhnya Rasulullah SAW pada hari raya berangkat sholat mengambil suatu jalan kemudian pulang dengan jalan lain. (H.R. Abu Dawud:976). Disunahkan untuk memperbanyak membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari raya Fitrah sejak tenggelamnya matahari 1 Syawal sampai khatib naik mimbar. Pada hari raya kurban, membaca tahlil, takbir, dan tahmid sejak subuh pada hari Arafah (tanggal 9 Zulhijah) sampai Asar pada akhir hari Tasyrik.
Shalat Idul fitri dilaksanakan dengan berjamaah, Membaca takbir tujuh kali sesudah takbiratul ihram pada rakaat pertama dan lima kali setelah takbir berdiri pada rakaat kedua, Antara takbir yang satu dan yang lain hendaklah membaca tasbih, Pada rakaat pertama setelah membaca surah al-Fatihah disunahkan membaca surah al-Ahqaf dan pada rakaat kedua disunahkan membaca surah al-A’la atau al-Gasiyah.
Imam mengeraskan bacaannya, kecuali makmum, Hendaklah dibacakan khotbah dengan satu khotbah jika shalat di tanah lapang dan dapat dua khotbah jika di masjid, Khotbah hendaklah disesuaikan dengan keadaan. Apabila khotbah Idul-Fitri, penerangan tentang zakat fitrah, sedangkan khotbah Idul Adha, penerangan tentang penyembelihan kurban, ibadah haji, dan sebagainya.
Itulah rukun dan syarat sholat idul fitri, mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua dan mudah-mudahan Allah SWT selalu memberi hidayah dan ridha-Nya kepada kita semua aamiin…