play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Muslim Lifestyle

Catat Baik-baik! Ini Rukun Sholat Fardhu 5 Waktu

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Setiap ibadah yang langsung kepada Allah, memiliki rukun-rukun yang mutlak harus dilakukan sebagai syarat sahnya sholat fardhu lima waktu. Yang dimaksud dengan rukun sholat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat sholat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka sholat pun tidak teranggap secara syar’i dan juga tidak bisa diganti dengan sujud sahwi. Lalu apa saja sih rukun sholat fardhu ini?

Meninggalkan rukun sholat ada dua bentuk

Umroh.com merangkum, pertama jika meninggalkannya dengan sengaja. Dalam kondisi seperti ini sholatnya batal dan tidak sah dengan kesepakatan para ulama.

Sedangkan jika meninggalkannya karena lupa atau tidak tahu, para ulama merincinya menjadi tiga. Jika mampu untuk mengulang rukun tersebut, maka wajib untuk melakukannya kembali. 

Baca juga: Macam-macam Sholat Sunnah dalam Islam

Jika tidak mampu mengulangnya lagi, maka rakaat yang luput rukun tersebut dianggap hilang. Sedangkan ulama hanafiah berpendapat batal keseluruhan sholatnya.

Berikut rukun-rukun dalam sholat wajib

1. Berdiri bagi yang mampu

Bagi Anda yang masih mampu berdiri, maka wajib untuk sholat berdiri. Sedangkan mereka yang sakit tidak mampu berdiri ataupun sudah tua, maka diperbolehkan menggantinya dengan duduk. Adapun yang tidak sanggup duduk, semisal sakit keras, maka diperbolehkan berbaring.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“sholatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, kerjakanlah dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu lagi, maka kerjakanlah dengan tidur menyamping.” (HR. Bukhari no. 1117)

Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya di sini sekarang juga!

2. Takbiratul ihram

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pembuka sholat adalah thoharoh (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar sholat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam. ” (HR. Abu Daud no. 618, Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275)

Yang dimaksud dengan rukun sholat adalah ucapan takbir “Allahu Akbar”. Ucapan takbir ini tidak bisa digantikan dengan ucapakan selainnya walaupun semakna.

Berdasarkan pemaparan tim Umroh.com, takbir menjadi pembatas haramnya melakukan aktivitas selain Gerakan-gerakan sholat.

3. Membaca Al Fatihah di Setiap Raka’at

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada sholat (artinya tidak sah) orang yang tidak membaca Al Fatihah.”[3]

4. Ruku’ dan thuma’ninah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada orang yang jelek sholatnya, sampai ia disuruh mengulangi sholatnya beberapa kali karena tidak memenuhi rukun (thuma’ninah).

“Kemudian ruku’lah dan thuma’ninahlah ketika ruku’.” (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397)

Keadaan minimal dalam ruku’ adalah membungkukkan badan dan tangan berada di lutut. Sedangkan yang dimaksudkan thuma’ninah adalah keadaan tenang di mana setiap persendian juga ikut tenang. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada orang yang jelek sholatnya sehingga ia pun disuruh untuk mengulangi sholatnya, beliau bersabda,

“sholat tidaklah sempurna sampai salah seorang di antara kalian menyempurnakan wudhu, … kemudian bertakbir, lalu melakukan ruku’ dengan meletakkan telapak tangan di lutut sampai persendian yang ada dalam keadaan thuma’ninah dan tenang.” (HR. Ad Darimi no. 1329)

 5. I’tidal setelah ruku’ dan thuma’ninah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada orang yang jelek sholatnya,

“Kemudian tegakkanlah badan (i’tidal) dan thuma’ninalah.” (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397)

Jadilah tamu Allah dengan temukan paketnya cuma di Umroh.com!

6. Sujud dan thuma’ninah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada orang yang jelek sholatnya,

“Kemudian sujudlah dan thuma’ninalah ketika sujud.”(HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397)

Rasulullah juga menjelaskan, hendaklah sujud dilakukan pada tujuh bagian anggota badan. Ia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian anggota badan: [1] Dahi (termasuk juga hidung, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), [2,3] telapak tangan kanan dan kiri, [4,5] lutut kanan dan kiri, dan [6,7] ujung kaki kanan dan kiri.”

rukun sholat

7. Duduk di antara dua sujud dan thuma’ninah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kemudian sujudlah dan thuma’nina-lah ketika sujud. Lalu bangkitlah dari sujud dan thuma’nina-lah ketika duduk. Kemudian sujudlah kembali dan thuma’nina-lah ketika sujud.” (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397)

8. Tasyahud akhir dan duduk tasyahud

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam sholat, maka ucapkanlah “at tahiyatu lillah …”.”(HR. Bukhari no. 831 dan Muslim no. 402, dari Ibnu Mas’ud)

Bacaan tasyahud:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

At tahiyaatu lillah wash sholaatu wath thoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish sholihiin. Asy-hadu an laa ilaha illallah, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh.

Artinya: “Segala ucapan penghormatan hanyalah milik Allah, begitu juga segala sholat dan amal shalih. Semoga kesejahteraan tercurah kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dengan segenap karunia-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya) (HR. Bukhari no. 6265 dan Muslim no. 402)

9. Shalawat kepada Nabi setelah mengucapkan tasyahud akhir

Dalilnya adalah hadits Fudholah bin ‘Ubaid Al Anshoriy. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang yang berdo’a dalam sholatnya tanpa menyanjung Allah dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau mengatakan, “Begitu cepatnya ini.” 

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan orang tadi, lalu berkata padanya dan lainnya,

“Jika salah seorang di antara kalian hendak sholat, maka mulailah dengan menyanjung dan memuji Allah, lalu bershalawatlah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berdo’a setelah itu semau kalian.”( Riwayat ini disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Fadh-lu sholat ‘alan Nabi, hal. 86, Al Maktabah Al Islamiy, Beirut, cetakan ketiga 1977)

Bacaan shalawat yang paling bagus adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa barrokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.” ( HR. Bukhari no. 4797 dan Muslim no. 406, dari Ka’ab bin ‘Ujroh)

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

10. Salam

Dalilnya hadits yang telah disebutkan di muka,

“Yang mengharamkan dari hal-hal di luar sholat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam. ” (HR. Abu Daud no. 618, Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275)

Yang termasuk dalam rukun di sini adalah salam yang pertama. Inilah pendapat ulama Syafi’iyah, Malikiyah dan mayoritas ‘ulama terdahulu lainnya.

Model salam ada empat:

  • Salam ke kanan “Assalamu ‘alaikum wa rohmatullah”, salam ke kiri “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”.
  • Salam ke kanan “Assalamu ‘alaikum wa rohmatullah wa barokatuh”, salam ke kiri “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”.
  • Salam ke kanan “Assalamu ‘alaikum wa rohmatullah”, salam ke kiri “Assalamu ‘alaikum”.
  • Salam sekali ke kanan “Assalamu’laikum”. (Lihat Sifat sholat Nabi, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 188, Maktabah Al Ma’arif)
  • Rukun keenambelas: Urut dalam rukun-rukun yang ada
  • Alasannya karena dalam hadits orang yang jelek sholatnya, digunakan kata “tsumma“ dalam setiap rukun. Dan “tsumma” bermakna urutan. (Pembahasan rukun sholat ini banyak disarikan dari penjelasan Syaikh Abu Malik dalam kitab Shahih Fiqh Sunnah terbitan Al Maktabah At Taufiqiyah).

Facebook Comments

I'm the type of person who easy to adjust, cause like to engage in conversation and observe people's characters.