Haji Umroh Umroh & Haji

4 Rukun Umroh ini Wajib Kamu Tahu

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh adalah ibadah dalam Islam yang biasanya disebut Haji kecil dan memiliki empat rukun umroh. Secara bahasa, Umroh bisa diartikan sebagai niat atau ziarah. Maksud dari ziarah di sini adalah mengunjungi Baitullah. Sedangkan secara istilah, Umroh berarti niat mengunjungi Baitullah disertai dengan ibadah-ibadah khusus yang telah ditetapkan.

Ada dua pendapat yang menafsirkan hukum Umroh. Imam Ahmad dan Al Syafi’i berpendapat hukum Umroh adalah Wajib. Sedangkan Imam Maliki dan Hanafi berpendapat bahwa ibadah Umroh hukumnya sunnah mu’akad. Dari kedua pendapat tersebut, hukum yang menjelaskan Umroh sebagai ibadah wajib lebih kuat. Wajib yang dimaksud di sini adalah bagi yang mampu.

Baca Juga: Anda yang Mau Beribadah Umroh, Sebaiknya Cari Paket Umroh yang Terbaik

Rukun Umroh

1. Ihram

`Ihram adalah tahap pertama dari rukun Umroh. Saat melakukan Ihram, Jama’ah mengucapkan niat dengan menggunakan pakaian Ihram. Niat saat Ihram disunnahkan untuk diucapkan secara lisan. Disunnahkan juga melakukan Ihram di tempat Miqat yang telah ditentukan.

Pakaian ihram bagi laki-laki adalah dua lembar kain Ihram. Dua lembar kain tersebut dipakai sebagai sarung dan penutup pundak. Bagi wanita, pakaian Ihram yang disyariatkan adalah menutup seluruh tubuh dan tidak diperbolehkan memakai cadar atau niqab. Memakai sarung tangan juga tidak diperbolehkan.

2. Thawaf

Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Titik awal Thawaf dimulai dari Hajar Aswad. Disunnahkan untuk mengusap Hajar Aswad setiap melewatinya.Akan tetapi, jika tidak memungkinkan, jama’ah diperbolehkan memberi isyarat dengan melambaikan tangan.

Saat Thawaf, tidak ada doa atau dzikir yang diwajibkan. Dengan begitu, kita diperbolehkan mengucapkan lafadz dzikir atau doa apapun.

Baca Juga: Ini Syarat-syarat Agar Thawaf yang Dilaksanakan Sah

3. Sa’i

Sa’i adalah berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah. Sa’i juga dlakukan sebanyak tujuh kali. Saat melakukan Sa’i, tidak ada doa yang wajib dibacakan. Jama’ah diperbolehkan berdzikir dan memanjatkan doa yang diinginkan. Bukit Marwah adalah tempat berakhirnya ibadah Sa’i.

Ritual dalam rukun Sa’i ini berasal dari kisah Siti Hajar saat mencarikan minum bagi anaknya, Ismail. Saat itu, karena kebingungan, istri Nabi Ibrahim itu berlari bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah. Saat melakukan Sa’i, kita melakukan napak tilas terhadap perjuangan Siti Hajar, serta keyakinannya terhadap kebesaran dan kasih sayang Allah.

Karena iman yang kuat tersebut, Allah menganugerahkan air zam-zam bagi kota Mekkah. Hingga kini, mata air zam-zam tidak pernah surut dan menjadi berkah bagi seluruh jamaah dan penghuni kota Mekkah.

4. Tahallul

Tahallul adalah rukun terakhir dalam ibadah Umroh. Jamaah Umroh melakukan Tahallul selesai menunaikan Sa’i. Tahallul dilaksanakan di Bukit Marwah. Saat melakukan Tahallul, jamaah mencukur sebagian atau seluruh rambut di kepala. Bagi pria, disunnahkan mencukur semua rambutnya. Bagi jamaah pria yang ingin mencukur semua rambutnya,

Tahallul dilakukan di luar Masjidil Haram. Biasanya, di pintu Masjidil Haram yang dekat bukit Marwah, terdapat banyak tukang cukur yang menawarkan jasanya. Sedangkan bagi wanita, Tahallul dilakukan dengan menggunting minimal tiga helai rambut.

Wanita harus dipotong rambutnya oleh sesama jamaah wanita yang telah melakukan Tahallul. Suami dari jamaah wanita juga diperbolehkan mencukur rambut istrinya. Tidak diperbolehkan bagi wanita untuk dicukur oleh pria yang bukan muhrimnya. Setelah melakukan Tahallul, jama’ah bebas dari larangan selama melakukan Umroh.

Demikian ulasan tentang rukun umroh yang telah dirangkum umroh.com.

Baca Juga: Keutamaan dari Ibadah Umroh