play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Muslim Lifestyle

Saat Berduka, Lakukan 7 Adab Memandikan Jenazah Ini

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.comSalah satu kewajiban umat muslim terhadap saudaranya yang meninggal ialah mengurus jenazah. Di dalamnya termasuk memandikan, mengkafani, mensholati, hingga menguburkan. Dari langkah-langkah tersebut, kegiatan memandikan jenazah menjadi tahap pertama dalam proses mengurus jenazah. Jenazah wajib dimandikan atau disucikan sebagai bentuk penghormatan kepadanya. Ketika melakukan itu, ada adab memandikan jenazah yang harus kita perhatikan, diantaranya:

Adab Memandikan Jenazah

1. Memandikan Jenazah di Tempat yang Tidak Terlihat Orang Lain

Adab memandikan jenazah sesuai syariat Islam yang pertama adalah memandikannya di tempat yang terjaga dari pandangan orang lain. Tujuannya, menjaga agar aurat dari jenazah tidak terlihat oleh orang yang bukan muhrimnya. Aurat hanya boleh dilihat oleh pasangan dan orang yang merupakan muhrim.

Rasulullah pernah ditanya oleh seseorang, “Wahai Rasulullah, mengenai aurat kami, kepada siapa boleh kami tampakkan dan kepada siapa tidak boleh ditampakkan?”. Kemudian beliau menjawab: “Tutuplah auratmu kecuali kepada istrimu atau budak wanitamu” (HR.Tirmidzi).

Baca juga: Saat Musibah Datang, Bacalah Qunut Nazilah Ini

2. Perhatikan Syarat Orang yang Memandikan Jenazah

Umroh.com merangkum, tidak semua orang bisa memandikan jenazah. Orang yang memandikan jenazah harus orang yang memahami tata cara memandikan jenazah sesuai syariat Islam. Secara lebih lengkap, syarat orang yang boleh memandikan jenazah adalah muslim, berakal, sholeh, amanah, tahu adab dan tata cara memandikan jenazah.

Rasulullah bersabda, “Hendaklah jenazah-jenazah kalian dimandikan oleh orang yang dapat dipercaya” (HR.Ibnu Majah).

Selain itu, perhatikan urutan siapa saja yang boleh memandikan. Hukum asalnya adalah jenazah pria harus dimandikan oleh pria, dan jenazah wanita harus dimandikan oleh wanita. Dahulukan orang yang memiliki kerabat, seperti mendahulukan ayah atau ibu, kakek atau nenek, anak perempuan atau laki-laki, saudara, keponakan, paman, sepupu, suami atau istri, dan seterusnya yang masih memiliki hubungan mahram dan sama jenis kelaminnya.

Jika tidak didapati orang sesama jenis kelamin untuk memandikan jenazah, kecuali yang bukan mahram, maka memandikan jenazah menjadi gugur. Jenazah cukup disucikan dengan tayamum sebagai pengganti mandi. Misalnya tidak ada orang yang memandikan jenazah laki-laki selain wanita yang bukan mahram, atau sebaliknya.

Sementara itu, bagi anak kecil di bawah usia tujuh tahun, atau yang tidak mungkin ada syahwat padanya, maka jenazah boleh dimandikan oleh siapapun. Di samping itu, wali dari jenazah boleh masuk dalam proses memandikan jenazah walaupun ia tidak ikut memandikan. Tujuannya, untuk menyemangati dalam maslahat.

3. Menutup Aurat Jenazah

Ketika sedang dimandikan, hendaknya kita menutup aurat jenazah. Karena itu, salah satu perlengkapan memandikan jenazah yang harus kita persiapkan adalah selembar kain. Fungsinya untuk menutup aurat jenazah saat dimandikan.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

4. Memperlakukan Jenazah Secara Lembut

Ketika memandikan jenazah, kita dianjurkan untuk memperlakukannya secara lembut, walaupun ia telah meninggal dunia. Rasulullah bersabda, “Memecah tulang orang yang telah meninggal dunia adalah seperti memecahnya dalam keadaan hidup” (HR.Abu Daud).

Apabila kesulitan memandikan jenazah karena tubuhnya mulai kaku, Syekh Abdullah bin Jibrin mengajarkan bahwa kita dibolehkan melemaskan sendi-sendinya. Namun, tetap diperhatikan untuk melemaskan secara lembut. Caranya dengan menekuk sendi-sendi di bahu, tangan, dan kaki dengan lembut sebanyak dua atau tiga kali.

5. Membersihkan Najis dan Kotoran Dari Tubuh Jenazah

Adab memandikan jenazah sesuai syariat Islam selanjutnya adalah membersihkan najis dan kotoran yang ada di tubuhnya. Caranya dengan mendudukkan jenazah, lalu menekan perutnya dengan lembut sambil dialiri air. Setelah itu, melakukan istinja pada jenazah.

Bagian mulut, gigi, dan hidung juga hendaknya dibersihkan. Caranya adalah dengan menggunakan kain bersih yang basah dan sudah dibasahi, dan tidak perlu memasukkan air. Rambut dan jenggotnya juga dicuci dengan menggunakan bisa dari daun bidara. Setelah itu, jenazah juga diwudhukan.

6. Merapikan Jenazah

Sebelum dikafani, jenazah juga hendaknya dirapikan. Rambutnya disisir, dan bagi wanita rambut dikepang tiga dan diletakkan di belakang. Jika kukunya nampak panjang, maka dibolehkan untuk memotong kukunya.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

7. Menutup Aib Jenazah

Orang yang memandikan jenazah hendaknya memegang amanah, serta menutup aib jenazah yang dimandikan. Hendaknya ia hanya menampakkan hal yang bagus-bagus, sebagai adab memandikan jenazah sesuai syariat Islam. Namun, jika yang meninggal orang ahli maksiat, maka boleh membuka aib dengan tujuan sebagai pelajaran bagi orang yang masih hidup.

Facebook Comments

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.