umroh.com

Satu Kalimat untuk Menghentikan Ghibah

Tommy Maulana2 menit baca

Satu Kalimat untuk Menghentikan Ghibah

Membicarakan orang lain atau ghibah akan sulit dihilangkan jika telah menjadi kebiasaan. Para ilmuwan psikologi menjelaskan bahwa gosip seringkali dianggap sebagai sesuatu yang bermanfaat. Misalnya membuat seseorang bisa belajar dari kesalahan orang lain, tahu apa yang harus dihindari, dan mengembangkan norma sosial lain.

Dampak Negatif Ghibah Lebih Banyak

Akan tetapi, dampak negatif dari gosip ternyata lebih banyak. Menyebarkan rumor yang belum tentu benar, bukan hanya bisa melukai perasaan orang yang sedang dibicarakan, namun juga membuat orang yang sedang bergosip sendiri tampak tidak sopan dan tidak dewasa. Hal tersebut dijelaskan oleh seorang pakar etiket internasional, Sharon Schweitzer kepada.

Merusak Reputasi Kita Sendiri

Terlalu sering menyebarkan kabar tentang orang lain atau ghibah, bisa membuat kita tampak buruk di mata orang lain. Reputasi kita bisa menurun dan orang lain tidak akan mempercayai kita. Orang yang membicarakan keburukan orang lain tampak seperti orang yang tidak loyal. Inilah yang kemudian membuat orang lain malas berurusan dengan orang yang suka bergosip.

Sulitnya Menghentikan Ghibah

Menghindari membicarakan orang lain ketika kita berada pada percakapan satu lawan satu memang bisa dibilang mudah. Akan tetapi, lain ceritanya jika kita berhadapan dengan sekelompok orang yang sedang membicarakan orang lain. Kita akan kesulitan dan dianggap sebagai orang ‘sok suci’ jika menegur mereka yang membicarakan orang lain.

Dimulai dengan Satu Kalimat Biang Gosip

Biasanya, percakapan tentang orang lain dimulai dengan salah satu orang yang mengutarakan satu kalimat mengenai orang lain. Kalimat tersebut kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat lain yang kemudian menjadikan ghibah menjadi semakin seru dan tampak menyenangkan.

Hentikan dengan Satu Kalimat Tanya

Akan tetapi, ada satu cara agar kita bisa menghentikan buntut panjang dari kalimat gosip tersebut. Sebagaimana dijelaskan lebih lanjut oleh Schweitzer, ada satu kalimat yang bisa kita utarakan ketika kita melihat tanda-tanda ghibah.

Ketika ada satu orang yang mulai melontarkan kalimat tentang orang lain, tanyakan alasan orang tersebut bercerita mengenai orang lain yang sedang dibicarakan. Kita bisa bertanya, “Oh gitu ya? Kenapa kamu menceritakan hal itu kepada kita?”. Tanyakan hal tersebut dengan nada yang ringan dan tidak menghakimi.

Jangan Menyerah Menghentikan Ghibah

Mungkin mereka akan menjawab hanya sebagai informasi bagi kita. “Ya, informasi aja. Siapa tahu kamu pengen tahu”. Ketika mereka menjawab demikian, jawablah dengan kalimat yang ringan bahwa kita tidak tertarik. Kita bisa mengatakan, “kayaknya nggak perlu, deh. Yuk ganti topik”. Ingatlah untuk mengatakannya dengan nada yang ringan dan sesuai dengan tone percakapan yang sedang berlangsung.

Setelah itu, kita bisa kita bisa menginisiasi topik baru yang lebih seru untuk dibicarakan. Misalnya tempat wisata terbaru, atau peristiwa-peristiwa menarik yang sedang terjadi.

Motivasi

Inilah Manfaat Menjadi Orang yang Sabar

Umroh.com – Al Quran, sebagai kitab suci yang Allah turunkan, banyak menyampaikan pesan tentang kesabaran. Misalnya dalam kisah para nabi Allah. Kita banyak memetik pelajaran tentang pentingnya sabar. Seperti kesabaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam menghadapi kaum kafir yang…

Tommy Maulana

Motivasi

Hikmah Investasi Akhirat dengan Pembangunan Masjid

Umroh.com – Bagi setiap muslim, tentu sudah tidak asing lagi mendengar kata masjid, masjid adalah bentuk dari sebuah bangunan yang dibangun untuk dijadikan tempat beribadah bagi para umat muslim di dunia ini, masjid juga menjadi tempat yang suci. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, oleh…

Redaksi Umroh.com

Motivasi

4 Kriteria Memilih Jodoh yang Baik, Nomor 1 Paling Utama

Memilih seseorang untuk menjadi pendamping yang sesuai dengan kriteria pribadi masing-masing memang tidak mudah. Banyak hal yang dipertimbangkan untuk menentukan siapa orang yang tepat menemani sepanjang hidupnya kelak. Namun Memang, memilih pasangan merupakan urusan perasaan, sehingga ketika…

Redaksi Umroh.com