1
News

Satu-Satunya Masjid di Istanbul yang Terbuka untuk Tuna Wisma, Ini Alasan Sang Imam

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Sebuah masjid di pusat kota Istanbul menawarkan tempat singgah bagi para tuna wisma di kota itu. Masjid bersejarah di distrik Beyoğlu itu mempersilakan para tuna wisma untuk mandi secara gratis, serta menyediakan pakaian dan makanan.

Dibuka untuk Tuna Wisma di Istanbul

Masjid Selime Hatun, yang dibangun di abad 17 itu menjadi harapan baru bagi para tuna wisma di padatnya kota Istanbul. Di kota metropolitan tersebut, memang banyak orang-orang yang terbiasa tidur di jalanan dan tidak memiliki tempat tinggal.

Ide untuk membuka masjid bagi para tuna wisma itu berasal dari sang imam masjid, Osman Gökrem. Berkat pria berusia 52 tahun yang telah mengabdi di masjid selama 17 tahun ini, orang-orang Istanbul yang tidak memiliki tempat tinggal bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Gökrem menuturkan bahwa Masjid Selime Hatun merupakan satu-satunya masjid di Turki yang melakukan hal tersebut, di mana 50 tuna wisma bisa mandi dengan bebas dan gratis setiap hari.

Sejak Tahun 2017

Proyek tersebut dimulai di tahun 2017. Saat itu, masjid Selime Hatun mulai memiliki pemanas air yang dipasang di dalam masjid. Dituturkan oleh sang imam, mulanya hanya tiga hingga lima orang yang mandi di masjid itu. Namun kini dalam sehari, sekitar 50 orang tuna wisma mampir ke masjid tersebut untuk mandi. Mereka kebanyakan berasal dari beberapa wilayah di kota Istanbul, dan sengaja datang ke Masjid Selime Hatun untuk membersihkan diri.

Membantu Agar Bisa Membersihkan Diri dan Diterima Masyarakat

Dibukanya Masjid Selime Hatun untuk para tuna wisma berasal dari kepedulian sang imam. Ia selalu bertanya-tanya, di mana para tuna wisma yang ada di sekitarnya itu mandi atau makan. Gökrem menceritakan bahwa mereka juga kesulitan untuk memasuki toko atau tempat umum lain karena penampilan mereka.

Kepada Daily Sabah, Gökrem menuturkan bahwa para tuna wisma itu juga tidak bisa menggunakan jasa salon atau barber shop. Mereka tidak diperbolehkan masuk karena penampilan yang kotor dan bau. Sementara Hamam (pemandian umum tradisional Turki), juga melarang mereka masuk.

Keinginan Gökrem untuk menolong mereka membuatnya membuka masjid, serta mengajak lebih banyak orang untuk menolong. Berkat donatur, kini Masjid Selime Hatun juga bisa menyediakan makanan gratis setiap hari Sabtu. Di hari Sabtu, para tuna wisma bisa datang kapan saja untuk mendapatkan makanan. Gökrem juga bisa menyalurkan pakaian yang disumbangkan oleh para donatur.

webinar umroh.com

Potong Rambut Gratis

Tidak hanya sampai di situ, keinginan Gökrem untuk membantu juga diwujudkannya lewat menyediakan jasa potong rambut gratis. Di sela-sela kesibukannya mengurus masjid dan menjadi imam, Gökrem juga membantu merubah penampilan para tuna wisma dan memberinya jasa potong rambut gratis. Gökrem ingin agar mereka juga bisa diterima di masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Gökrem juga tetap mempersilakan mereka untuk tidur di masjid, sampai mereka mampu membayar tempat tinggal sendiri.

Bahkan, ketika ada tuna wisma yang bercerita bahwa ia telah mendapatkan pekerjaan, Gökrem akan pergi ke tempat yang diceritakan untuk memastikan cerita mereka. Gökrem menuturkan bahwa banyak orang ragu untuk menolong para tuna wisma karena khawatir akan respon yang akan didapat. Banyak orang yang berpikir bahwa orang yang tinggal di jalan adalah pencuri atau perampok, yang mungkin akan menyerang mereka. Orang-orang khawatir mereka membawa senjata tajam, atau memiliki masalah kejiwaan.

Pesan untuk Semua Orang

Gökrem berpesan, bahwa untuk menolong para tuna wisma, memang dibutuhkan kesabaran, serta cinta kasih. Kita harus menunjukkan empati kepada mereka. Orang-orang yang tinggal di jalan, pasti memiliki alasannya masing-masing. Mereka juga kebanyakan merasa stres dengan kehidupan yang sedang dijalaninya. Itulah pentingnya menolong mereka, karena siapa saja bisa memiliki nasib demikian.

Gökrem sering mendengarkan cerita para tuna wisma itu. Ia mendengarkan masalah yang sedang mereka hadapi, serta membantunya menyelesaikan masalah tersebut. Terkadang, ia juga membantu para tuna wisma untuk kembali berkumpul dengan keluarganya.

Imam masjid tersebut juga mengundang orang-orang yang membutuhkan rejeki untuk memberikan bantuan secara langsung. Ia tidak menerima bantuan lewat rekening bank, karena ingin agar orang-orang kaya bisa melihat langsung kondisi orang yang kurang beruntung. Gökrem juga menekankan, bahwa siapa saja yang menyelamatkan seseorang, berarti ia telah menyelamatkan seluruh dunia.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.