play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Serba-serbi Ramadhan

Segera Tiba, Begini Bunyi Doa Menyambut Bulan Sya’ban

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Sebelum memasuki bulan Ramadhan, kita harus melalui bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban bisa dibilang sebagai bulan pemanasan, dimana kita dianjurkan mempersiapkan diri untuk beribadah di bulan Ramadhan. Salah satu ibadah yang disunnahkan di bulan Sya’ban adalah memperbanyak berpuasa, dengan hikmah mempersiapkan tubuh untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

Doa Menyambut Bulan Sya’ban

Para ulama mengajarkan doa menyambut bulan Sya’ban berikut ini. Namun sebenarnya bisa dibaca mulai bulan Rajab.

مَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma baarik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana

Artinya: “Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan”.

Baca juga: Patut Diamalkan, Inilah Keutamaan Bulan Sya’ban

Doa ini berasal dari hadis riwayat Imam At Thabrani. Tetapi para ulama menyebut hadis tersebut dhaif atau bersifat lemah.

Walaupun hadis itu dhaif, namun banyak ulama sepakat bahwa doa ini mengandung permohonan yang baik kepada Allah. Jadi kita dibolehkan mengamalkannya untuk meminta berkah di bulan Rajab dan Sya’ban, hingga Ramadhan.

Memang ada pertentangan di kalangan ulama tentang mengamalkan hadis dhaif. Namun, para ulama hadis dan fiqih sepakat boleh mengamalkan hadis dhaif jika berkaitan dengan amal-amal kebaikan. Hanya hadis dhaif yang berkaitan dengan hukum dan aqidah tidak boleh diamalkan.

Mengenai hadis tentang doa menyambut bulan Sya’ban, para ulama tidak menemukan hadis lain yang lebih kuat. Jadi, kita tetap dibolehkan mengamalkan doa tersebut.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

Bulan Sya’ban Disunnahkan Memperbanyak Puasa

Umroh.com merangkum, amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Sya’ban adalah puasa. Rasulullah disebut memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, hingga mayoritas harinya dihabiskan dengan berpuasa.

Aisyah ra menuturkan, “Terkadang Rasulullah puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR.Imam Bukhari & Muslim)

Beliau juga pernah berujar, “Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR.Imam Bukhari & Muslim)

Sementara Ummu Salamah menuturkan, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.” (HR.An Nasa’i).

Rasulullah Sangat Memperhatikan Bulan Sya’ban

Rasulullah disebut sangat memperhatikan bulan Sya’ban. Sebab ada bulan Ramadhan setelah bulan Sya’ban.

Aisyah ra menuturkan, “Rasulullah memberi perhatian terhadap hilal bulan Sya’ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari.” (HR.Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i).

Sya’ban adalah Saat Amal Diangkat

Rasulullah menjelaskan keistimewaan bulan Sya’ban. Di bulan itu amal manusia diangkat, sehingga beliau lebih senang jika dalam kondisi berpuasa.

Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban”. Rasulullah menjawab, “Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa” (HR.An Nasa’i dan Ahmad).

Mau jadi tamu istimewa Allah di Tanah Suci? Yuk temukan paketnya cuma di Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban

1. Berpindahnya Kiblat

Di bulan Sya’ban, dahulu kiblat berpindah dari Baitul Maqdis di Palestina menjadi menghadap Ka’bah di Mekkah. Peristiwa ini sebenarnya sangat dinantikan oleh Rasulullah.

Sebelum kiblat berpindah, Rasulullah selalu menengadah ke langit dan berbisik meminta agar kiblat dipindah. Karena beliau menghadapi ejekan dari kaum kafir bahwa Islam meniru kaum Yahudi yang kiblatnya di Baitul Maqdis.

Sekian lama Rasulullah berharap dalam hati sambil menengadah ke langit, akhirnya Allah mengabulkan doa beliau. Allah berfirman, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS.Al Baqarah: 144)

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

2. Turunnya Perintah untuk Bershalawat

Di bulan Sya’ban juga, Allah menurunkan perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya-bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan” (QS.Al Ahzab: 56).

Facebook Comments

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.