play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Sejarah Islam

Sejarah Bulan Safar dan Peristiwa Penting yang Terjadi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com- Bulan Safar merupakan bulan kedua di penanggalan Islam  (kalender hijriyah) setelah bulan Muharram. Bulan ini memiliki sejarah penting bagi masyarakat Arab. Sesuai dengan namanya safar, artinya kosong menjadi bukti sejarah bagi masyrakat arab dahulu yang sering meninggalkan rumahnya karena menyerang musuh.

Sehingga rumahnya menjadi kosong dan sepi. Di zaman Arab Jahiliyah, Safar sempat dianggap sebagai bulan sial. Anggapan itu muncul karena kata Safar dalam hadist bisa juga bermakna kesialan. Namun dalam Islam, tak ada satupun hari, apalagi bulan, yang dianggap sial. Seorang ulama bahkan menjelaskan alasan di balik pemberian nama Safar. Marilah simak pembahasan mengenai sejarah bulan safar.

Makna Bulan Safar

Pada dasarnya, bulan Safar juga terdapat kebaikan serta keburukan seperti halnya bulan yang lain. Kebaikan yang ada hanya semata mata datang dari Allah dan keburukan  terjadi karena taqdir-Nya. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda,

“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Shafar.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad)

Selain itu, kepercayaan, mitos atau tahayul juga sudah secara tegas dibantah oleh Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah r.a., Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada penyakit menular (yang berlaku tanpa izin Allah), tidak ada buruk sangka pada sesuatu kejadian, tidak ada malang pada burung hantu, dan tidak ada bala (bencana) pada bulan Safar (seperti yang dipercayai).”

Akan tetapi pada kenyataannya, masih banyak umat muslim yang percaya jika bulan Safar adalah bulan bencana yang bisa memberikan banyak keburukan meskipun sudah dibantah dengan tegas oleh Rasulullah SAW. Sebuah keyakinan inilah yang dapat menjerumuskan seseorang pada jurang kemusyrikan.

Sial, naas ataupun bala bisa terjadi kapan saja dan tidak hanya sebatas bulan Safar saja. Allah SWT menegaskan, “Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At-Taubah: 51 ).

Baca juga : 10 Cara Membuat Siomay untuk Hidangan Buka Puasa

Tidak terdapat amalan istimewa yang dikhususkan untuk dirayakan pada bulan Safar dan amalan yang ada dalam bulan Safar juga sama dengan bulan lainnya. Kepercayaan tentang keburukan pada sebuah hari, bulan atau pun tempat hanyalah kepercayaan jahiliyyah sebelum datangnya Islam.

Pada kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa” (HR. Bukhari).

Sejarah Bulan Safar

Muncul pemahaman keliru oleh sebagian umat bahwa Safar adalah bulan sial atau bulan bencana. Padahal, mitos Safar bulan sial ini sudah dibantah oleh Rasulullah SAW. Banyak kisah dan sejarah yang diabadikan di bulan ini sebagai renungan dan rujukan kepada kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Di antara kisah yang diabadikan dalam sejarah Islam pada bulan Safar menempatkan peristiwa-peristiwa penting tersebut berkaitan dengan perkembangan Islam dari zaman Rasulullah SAW. Berikut ini sejarah bulan safar, diantaranya.

1. Adanya Persidangan Dar Al – Nadwah

Persidangan ini berisi tentang rencana pembunuhan Nabi Muhammad SAW waktu berada di Mekkah. Pada bulan ini berbagai kabilah kaum musyrikin berkumpul membahas dan merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW karena sudah dianggap menabrak serta memberangus keyakinan-keyakinan mereka.

2. Adanya Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Sayyidah Khadijah

Pada bulan ini Nabi Muhammad SAW melangsungkan pernikahan pertama kalinya dengan seorang janda cantik dan kaya raya. Yaitu sayyidah Khadijah binti Khuwailid. Ia menjadi momen bersejarah dalam kehidupan romantisme Rasulullah saw yang memberikan kekuatan dan peran besar dalam sejarah perjuangan dakwah beliau.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga!

3. Nabi Muhammad SAW Sakit yang Mengantarkan Pada Kematian

Pada bulan ini Setelah Rasulullah saw selesai melaksanakan haji wada’  mengalami sakit keras yang membawa pada kematian pada bulan Rabiul Awal. Beliau mengalami sakit keras sewaktu beliau berada di kediaman sayyidah Maimunah RA. Pada saat itu beliau sempat memanggil istri-istrinya untuk meminta izin menetap dirumah sayyidah Aisyar RA dan akhirnya beliau wafat dirumahnya.

4. Adanya Banyak Peperangan yang Terjadi Didalamnya

Dalam Zaadul Maad, peristiwa ini terjadi pada bulan Safar tahun ke-12 Hijrah. Perang Al-Abwa disebut pula dengan Perang Waddaan. Pembawa panji perang saat itu Hamzah bin Abdul Muthalib. Ketika itu panji yang dibawa berwarna putih. Kepemimpinan Kota Madinah sementara waktu diserahkan kepada Saad bin Ubadah. Perang ini dilakukan khusus untuk menyergap kafilah Quraisy, tapi tidak membuahkan hasil.

Umroh.com merangkum, pada peristiwa ini Rasulullah berpesan kepada Makhsyi bin Amr adh-Dhamari, yang merupakan pemimpin Bani Dhamrah kala itu, untuk tidak saling berperang dan tidak membantu lawan. Perjanjian dibuat tertulis. Itu berlangsung selama lima belas malam.

5. Tragedi Pembunuhan Terhadap Utusan Nabi Muhammad SAW

Sejarah Bulan Safar

Tragedi yang terjadi di bulan ini adalah terbunuhnya ketujuh sahabat utusan Nabi Muhammad SAW untuk mengajar agama Islam kepada kaum Udal dan al-Qarah. Mereka diserang mendadak disebuah tempat yang berada dikawasan antara makkah dan madinah tepatnya di kawasana al-Rajiah Usfah. Mereka dibunuh ditempat itu kecuali Khubaib bin Adi yang dibunuh dimekkah.

Peristiwa ini terjadi pada tahun ketiga atau keempat hijriyah. Alhasil, setelah kita mengetahui adanya berbagai anggapan sial terhadap bulan ini yang dilakukan oleh masyrakat jahiliyah dan beberapa peristiwa penting yang terjadi didalamnya bukanlah menjadi pembenar bagi kita untuk tetap mempertahankan keyakinan akan kesialan bulan ini.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Karena diatas sudah disampaikan dengan jelas terkait sikap dan tanggapan Rasulullah SAW terhadap kejadian-kejadian aneh serta bencana yang terjadi dibulan ini. Sehingga kita tidak usah takut dan kawatir untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan penting dan berharga lainnya selama masih dalam garis-garis agama dan kokohnya keimanan.

Facebook Comments