play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Muslim Lifestyle

Sejarah Turunnya Al – Quran dan Awal Dibukukannya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com- Islam merupakan salah satu agama yang memiliki banyak sekali penganutnya. Setiap umat beragama memiliki kitab suci masing-masing salah satunya yaitu Al – Quran yang tentunya sudah kita ketahui bahwa Al – Quran merupakan kitab suci umat islam. Al – Quran merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang dengan membacanya merupakan suatu ibadah. Untuk itu Anda sebagai umat muslim harus mengetahui bagaimana sejarah turunnya Al – Quran.

Al – Quran merupakan kitab suci yang mulia, tidak ada satu kitab sucipun di dunia ini yang mendapat perhatian banyak orang dan sedemikian serius melebihi kitab suci Al – Quran. Wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini dikaji dari banyak segi, tidak hanya tertuju kepada hal-hal global dan umum, tetapi juga rincian persoalan secara lengkap. Untuk itu Anda sebagai umat muslim harus mengetahui bagaimana sejarah turunnya Al-Quran.

Baca juga : Belum Banyak Orang Tahu, Ini Amalan Saat Turun Hujan

Sejarah Singkat Diturunkannya Al – Quran

Allah SWT menurunkan ayat pertama Al – Quran pada bulan Ramadan. Meski ada sejumlah perbedaan, namun mayoritas ulama berpendapat 17 Ramadan atau 13 tahun sebelum hijriah dipercaya sebagai malam nuzulul quran (turunnya Al-Quran). Sebagian meyakini tanggal tersebut bertepatan dengan 10 Agustus 610 masehi.

Al – Quran diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Muhammad SAW di Gua Hiro, Mekkah, Arab Saudi. Setelah itu Al – Quran turun secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Sebagian meriwayatkan Al – Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Selama itu, Alquran difirmankan Allah SWT kepada Muhammad sebanyak 30 juz atau 114 surat atau sekitar 6666 ayat. Al – Quran sendiri turun di dua tempat, yaitu di Mekah (yang kemudian ayatnya disebut Makkiyah) dan Madinah (disebut ayat Madaniyah).

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga!

Periode Diturunkannya Al – Quran

Periode Mekah pertama selama 4 sampai dengan 5 tahun. Pada masa ini, dakwah Islam masih terbatas pada ruang lingkup yang kecil, dan ayat yang diturunkan pun pada umumnya membahas tentang pelajaran bagi Rasulullah SAW untuk membentuk kepribadiannya, pembahasan tentang dasar-dasar akhlak Islamiah, pengetahuan tentang sifat Allah serta bantahan mengenai pandangan hidup di masyarakat Jahiliah kala itu.

Umroh.com merangkum, periode Mekah kedua selama 4 sampai dengan 9 tahun. Pada masa ini dakwah Islam sudah mulai terbuka. Masyarakat Mekah sudah mulai berfikir untuk menghalangi dakwah. Ayat-ayat yang diturunkan pada masa ini umumnya tentang kewajiban sebagai seorang muslim, pembatasan tentang ke esaan Allah, pembahasan tentang hari kiamat, serta ancaman dan kecaman kepada orang musyrik yang mempunyai perilaku buruk.

Periode Madinah selama 10 tahun. Rasulullah mulai hijrah dari Mekah ke Madinah, dan masyarakat sekitar mulai terbentuk keimanannya. Disana, masyarakat Yahudi dan Islam hidup berdampingan, namun seiring berjalannya waktu, kaum Yahudi pun mulai ikut menentang dakwah Nabi Muhammad SAW.

Awal Mula Dibukukannya Al – Quran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ayat-ayat Al – Quran diturunkan secara berangsur-angsur. Pada saat itu, kertas belum ada di Arab, meskipun sudah ditemukan di China. Karena Nabi Muhammad SAW tidak bisa membaca dan menulis, maka ketika menerima Wahyu, beliau langsung menyampaikannya kepada para sahabat. Para sahabat lalu menghafalkan-nya di luar kepala. Bagi yang bisa menulis, diminta untuk menuliskannya di atas kulit pohon, batu, kain, kulit hewan dan lain sebagainya. Untuk menjaga kemurnian Al-Quran, setiap tahun malaikat Jibril bersama Rasulullah SAW selalu mengulang hafalan Al-Quran. Bahkan di tahun terakhir menjelang wafatnya, Nabi Muhammad SAW bersama malaikat jibril mengulangi hafalannya sebanyak dua kali.

Menjalani ibadah umroh adalah impian orang-orang yang beriman dan wujudkan itu bersama Umroh.com!

Pembukuan Al – Quran pertama kali dilakukan pada masa Abu Bakar Ash Shiddiq atas usulan dari Umar bin Khaththab. Hal ini terjadi karena Umar khawatir atas kemurnian Al – Quran karena tidak sedikit dari para penghafal yang mati Syahid karena ikut berperang. Pembukuan itu dipimpin oleh Zaid bin Tsabit dengan cara mengumpulkan ayat-ayat yang sudah pernah dituliskan oleh para sahabat di batu, kain, kulit pohon, kulit hewan dan lain sebagainya. Hasil dari hall tersebut adalah pembukuan resmi Al – Quran yang pertama kalinya. Al – Quran yang sudah disatukan menjadi buku tersebut lalu disimpan oleh Abu Bakar sampai ia meninggal dunia. Setelahnya, di simpan oleh Umar sampai ia meninggal, dan diteruskan oleh anaknya yaitu Hafsah. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, Al Quran pertama kalinya di gandakan dan di distribusikan. Hal ini terjadi karena Islam sudah tersebar luas sampai ke Iran. Setelah itu, penggandaan dan pendistribusian Al – Quran kembali dilanjutkan oleh Huzaifah bin Yaman.

Hikmah Al – Quran Diturunkan Berangsur – Rangsur

Al – Quran diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun, 2 bulan, 22 hari atau 23 tahun, 13 tahun di Mekah dan 10 di Madinah. Hikmah Al – Quran diturunkan secara berangsur-angsur diantaranya yaitu :

  • Agar lebih mudah dimengerti dan dilaksanakan. Orang akan enggan melaksanakan suruhan, dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak. Hal ini disebutkan oleh Al-Bukhari dari riwayat Aisyah.
  • Di antara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh, sesuai dengan kemaslahatan. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al – Quran diturunkan sekaligus (ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh).
  • Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati.
  • Memudahkan penghafalan. Orang-orang musyrik yang telah menanyakan mengapa Al – Quran tidak diturunkan sekaligus, sebagaimana tersebut dalam Al – Quran surat Al-Furqan ayat 32, yaitu: “mengapakah Al – Quran tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Kemudian dijawab di dalam ayat itu sendiri: “Demikianlah dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu”.
  • Di antara ayat-ayat itu ada yang merupakan jawaban dari pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas r.a. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau Al – Quran diturunkan sekaligus.
Cara Sholat Tahajud di Bulan Ramadhan

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Sebagai umat muslim tentunya kita harus mengetahui sejarah singkat turunnya Al – Quran dan tentunya kita harus dapat mengamalkannya di setiap kehidupan yang kita jalani. Agar senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua yang membacanya.

Facebook Comments