1
News Travel

Statusnya Mulai Jelas, Laut Kaspia Bisa Disusuri dengan Cruise

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Danau Laut Kaspia adalah perairan terluas yang dikelilingi oleh daratan, namun memiliki air yang asin dan tepian yang berpasir. Karena itulah banyak orang yang merasa bingung, perairan ini merupakan danau atau laut.

Perairan ini memang dikelilingi oleh daratan, yang merupakan wilayah negara Azerbaijan, Rusia, Kazakhstan, Turkmenistan, dan Iran. Bahkan kelima negara itu juga belum menyepakati, apakah perairan tersebut laut atau danau. Perairan Laut Kaspia juga sempat diperebutkan oleh kelima negara tersebut, terkait penggunaan sumber daya alam yang ada di sana.

Sempat Diperebutkan oleh Lima Negara

Sebelum jatuhnya Uni Soviet di tahun 1961, Laut Kaspia merupakan perairan yang didiami oleh dua negara, yaitu Iran dan USSR (Union of Soviet Socialist Republic). Seiring berjalannya waktu setelah 27 tahun berlalu dan Uni Soviet pecah, 5 negara yang mengelilinginya akhirnya memiliki hak yang sama untuk mengklaim perairan yang kaya ini.

Memiliki Kekayaan Sumber Daya Alam

Laut Kaspia memang menjadi habitat bagi ikan sturgeon, yang menghasilkan kaviar, hidangan mewah dari telur ikan tersebut. Memancing ikan sturgeon juga merupakan sesuatu yang dilarang, karena ikan ini sekarang sudah jadi ikan yang dilindungi. Selain itu, ada sekitar 50 miliar barel minyak yang tersimpan di dalamnya, serta 290 triliun m3 gas alam.

Penyebutan Menimbulkan Konflik

Penyebutan danau atau laut sebenarnya merupakan masalah semantik. Perbedaan penyebutan menimbulkan konflik tersendiri sebelumnya. Jika perairan Kaspia ini disebut laut, maka hukum internasional menyatakan bahwa pembagian disesuaikan dengan wilayah negara yang mengitari perairan tersebut.

Karenanya, ini akan menguntungkan Kazakhstan yang memiliki garis pesisir yang lebih panjang, namun akan merugikan Iran yang memiliki garis pesisir paling pendek. Namun jika perairan Kaspia ini disebut dengan danau, maka segala yang ada di perairan tersebut akan dibagi secara adil.

Perundingan Tahun 2018

Perebutan Laut Kaspia itu akhirnya diakhiri dengan perundingan yang terjadi pada Agustus 2018 lalu. Pemimpin dari kelima negara bertemu di Aktau, sebuah kota pesisir di Kazakhstan. Mereka menandatangani perjanjian yang menguntungkan semua pihak.

Mulai Dibuka Cruise untuk Wisatawan

Kejelasan status perairan Laut Kaspia ini membuka kesempatan bagi para wisatawan untuk menikmati fasilitas yang disediakan di sana. Dalam waktu dekat, di Laut Kaspia ada kapal-kapal mewah atau cruise milik Rusia. Cruise ini akan membawa wisatawan menyusui Laut Kaspia.

webinar umroh.com

Cruise yang disediakan oleh pengusaha setempat itu memiliki 155 kabin yang bisa mengangkut 310 penumpang. Diperkirakan cruise itu akan diluncurkan musim panas ini. Operator yang memfasilitasi kapal mewah ini adalah Moskow River Shipping Company.

Rencananya wisatawan bisa berkeliling selama satu atau dua minggu menyusuri Laut Kaspia, dan mengunjungi pelabuhan-pelabuhan di Azerbaijan, Rusia, Kazakhstan, Turkmenistan, dan Iran. Cruise yang disediakan perusahaan tersebut juga memiliki badan kapal tidak terlalu besar, sehingga memungkinkan untuk menyusuri jaringan sungai yang ada di Rusia. Kapal pesiar itu mungkin saja berangkat dari Laut Kaspia lalu menuju ke Laut Baltik atau Laut Hitam.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.