1
Tag

fitnah

Browsing

Umroh.com – Dalam Islam, fitnah berarti cobaan atau ujian yang menimpa manusia. Fitnah tidak selalu berarti berita bohong yang disebar untuk menjelekkan seseorang. Sebagaimana pengertian fitnah yang dikenal masyarakat Indonesia. Agar tidak terjerumus dalam fitnah, maka kita harus mengetahui penyebabnya. Penyebab fitnah ada banyak. Mari simak penjelasan yang telah dirangkum umroh.com dari pendapat para ulama. Ada dua hal yang menjadi penyebab fitnah. Pertama, sebab kauniyah. Kedua, sebab khusus. Sebab kauniyah terjadi karena sunnatullah. Sementara sebab khusus terjadi karena peristiwa manusiawi. Baca juga: Penting! Inilah Dalil tentang Fitnah yang umat Muslim Harus Tahu Penyebab Fitnah Kauniyah Fitnah bisa terjadi karena Allah sedang ingin menunjukkan keadilanNya. Sekaligus menurunkan hikmah dengan cara menguji manusia. Selain itu, wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan meninggalnya para Sahabat turut menjadi penyebab. Kejadian ini menjadi fitnah (ujian), karena manusia kehilangan sosok terbaik sebagai teladan dan penunjuk jalan kebenaran. Penyebab Fitnah Khusus Para ulama menekankan penyebab ini sebagai…

Umroh.com – Di Indonesia, fitnah berarti perkataan bohong yang disebarkan untuk merusak nama baik seseorang. Makna fitnah ini berbeda dengan makna fitnah di dalam Islam. Al Quran banyak menyebut kata “fitnah” yang merujuk pada berbagai macam makna. Mulai dari syirik, kesesatan, kebinasaan, perselisihan, peperangan, kemaksiatan, kemungkaran, hingga pembunuhan. Rusaknya nama baik akibat perkataan tidak benar yang sengaja disebarkan juga bisa termasuk dalam fitnah. Makna Fitnah dalam Al Quran Ada banyak makna fitnah di dalam Al Quran. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Shaleh Al Munajjid. 1. Fitnah Berarti Cobaan atau Ujian Makna ini tercantum pada surat Al Ankabut ayat 2. Allah berfirman, أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ Artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” Baca juga: Hukum Menyebarkan Fitnah Tak Bisa Dihindari 2. Fitnah Berarti Berpaling dari Kebenaran Kata “fitnah” yang memiliki makna tersebut ada…

Umroh.com – Jenis fitnah apapun harus diwaspadai oleh setiap muslim. Mengetahui makna dan jenis fitnah di dalam Al Quran akan membantu kita mengetahui hal mana saja yang perlu diwaspadai. Fitnah menjadi berbahaya jika diabaikan. Jika kita terjerumus di dalamnya, pasti timbul kerugian yang sangat besar. Baik di dunia maupun di akhirat. Kehidupan dunia sejatinya ujian bagi manusia. Di dunia, ada beragam fitnah yang bisa menipu manusia jika kita tidak waspada. Dari Abu Said Al-Khudri ra, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis dan lezat. Dan sesungguhnya Allah menitipkannya padamu. Kemudian melihat bagaimana kamu menggunakannya. Maka hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita. Karena fitnah pertama yang menimpa bani Israel disebabkan wanita” (HR.Muslim). Baca juga: Hukum Menyebarkan Fitnah Tak Bisa Dihindari Tiga Jenis Fitnah Dalam Islam, ada tiga jenis fitnah yang menimpa manusia. Fitnah wanita, fitnah harta, dan fitnah tahta (kekuasaan). Allah berfirman, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang…

Umroh.com – Perbuatan fitnah mendatangkan kerugian bagi orang yang menjadi korban. Fitnah juga menyebabkan keresahan, perselisihan, dan kerugian yang besar. Orang-orang menjadi saling membenci dan saling berprasangka, sehingga ketentraman dalam bermasyarakat terganggu. Padahal, tanda seorang muslim yang baik adalah tidak menyebabkan kerugian bagi sesama atau tidak melukai sesama makhluk. Hukum menyebarkan fitnah pun telah ditetapkan Allah. Hukum Menyebarkan Fitnah Karena maksiat ini menimbulkan kerusakan yang besar, maka hukum menyebarkan fitnah adalah haram. Menyebarkan kabar buruk, apalagi tidak benar, merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah. Prasangka terhadap sesama manusia adalah hal yang dilarang. Apalagi sampai menyebarkan kabar yang tidak benar tentang seseorang. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada…

Umroh.com – Banyak dampak negatif ditimbulkan oleh fitnah. Fitnah akan mengakibatkan kerugian besar bagi korbannya. Nama baik hancur, dan bahkan bisa menimbulkan perselisihan besar. Fitnah yang tersebar dapat membuat korbannya merasa tak lagi nyaman menjalani kehidupan. Dosa fitnah memang lebih kejam daripada pembunuhan. Sebagaimana diungkapkan Al Quran. Pengertian Fitnah Kata “fitnah” berasal dari bahasa Arab yang artinya ujian, siksaan, kekacauan, atau bencana. Dalam bahasa Indonesia, kata “fitnah” berarti kabar bohong yang disebarkan oleh seseorang dengan niat tidak baik. Makna fitnah yang dikenal masyarakat Indonesia tersebut dalam Islam disebut dengan “Al Qadzaf”. Contohnya, seseorang menuduh seorang muslimah berzinah. Al Qadzaf termasuk dosa besar. Baca juga: Ini Hadits Tentang Fitnah yang Wajib Diketahui Dosa Fitnah Dibalas di Dunia dan Akhirat Umroh.com merangkum, kerugian besar akibat fitnah akan menjadikan pelakunya mendapat dosa besar. Allah yang Maha Adil memberi balasan setimpal atas perbuatan fitnah. Balasan ini bisa jadi diterima pelaku saat di dunia, atau…

Umroh.com – Imam Ath-Thabari mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan fitnah adalah perbuatan syirik. Sehingga ketika dikatakan fitnah lebih kejam dari pembunuhan itu benar adanya sebab dosa syirik lebih besar dari pembunuhan. Imam Ath-Thabari juga menjelaskan asal makna dari fitnah yakni al’ibtila dan al-ikhtibar yakni ujian atau cobaan. Terdapat banyak hadits tentang fitnah yang wajib Anda ketahui sebelum melakukannya. Dalam dirwayat Muhammad bin ‘Amr menceritakan dari Abu ‘Ashim, dari ‘Isa bin Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, berkata mengenai ayat fitnah lebih parah dari pembunuhan yakni, Membuat seorang mukmin kembali menyembah berhala (murtad) lebih dahsyat bahayanya dibanding dengan membunuhnya. Sehingga fitnah juga berarti syirik dan membuat orang terjerumus ke dalam syirik lebih besar dosanya dibandingkan dengan pembunuhan. Baca juga : 3 Makna Istighfar yang Wajib Anda Ketahui Hadits tentang Fitnah Fitnah merupakan hal yang sangat dilarang oleh Allah SWT. Karena ketika seseorang melakukan fitnah, ia akan menyebabkan hidupnya menyesal dengan perbuatannya. Karena…

Umroh.com – Masyarakat Indonesia memahami fitnah sebagai perbuatan menyebarkan berita bohong tentang orang lain. Niatnya merusak nama baik. Ini merupakan contoh kecil dari fitnah. Sebenarnya ada banyak dalil yang menjelaskan tentang fitnah secara luas. Dalil tentang fitnah dapat dilihat pada rangkuman umroh.com berikut ini : Baca juga : Catat! Ini Hadits Taubat dalam Islam dan Keutamaannya Macam – Macam Dalil Fitnah 1. Penyebar Fitnah Tidak Masuk Surga Rasulullah bersabda, “Tidak masuk surga orang yang suka menyebarkan fitnah,” (HR.Bukhari dan Muslim). 2. Orang Mukmin Tak Boleh Berprasangka “Wahai orang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang). Karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah seorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan-larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi…

Umroh.com – Sebagaimana yang kita ketahui, fitnah merupakan kebohongan besar yang dapat merugikan orang lain. Fitnah juga termasuk ke dalam dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah SWT. Karena itulah Islam melarang umatnya untuk memfitnah karena akan sangat merugikan orang lain jika dilihat dari bahaya fitnah itu sendiri. Dalam surat Al Hujurat Allah SWT berfirman, “Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? ( Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan-larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujarat : 12) Baca juga : Ini Kriteria Ruqyah yang Diperbolehkan dalam Islam Macam-macam Fitnah Sejatinya, terdapat dua macam fitnah yang besar dan harus kita hindari.…