Umroh.com – Berpuasa artinya menahan nafsu (termasuk makan dan minum) sejak fajar hingga terbenam matahari. Keharusan untuk menahan makan dan minum ini menjadi syarat yang tidak mudah bagi para musafir. Jauhnya jarak, serta sulitnya medan di perjalanan membuat ibadah puasa terasa semakin berat. Bahkan terasa sulit untuk dituntaskan. Karena itu Allah menghadirkan hukum puasa musafir bagi yang melakukan perjalanan. Baca juga : Dalil Tentang Hutang Wajib Menjadi Pedoman Keringanan Berpuasa untuk Musafir Musafir, atau orang yang sedang bepergian, termasuk golongan yang mendapat keringanan dalam mengerjakan puasa Ramadhan. Allah berfirman, “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih…
Breaking
- Inilah Alasan Tahun Kelahiran Nabi Disebut Tahun Gajah
- Inilah 4 Tingkatan Kualitas Diri Seorang Mukmin
- Penting! Kenali Jarum Yang Digunakan Dalam Melakukan Bekam
- Kenali 5 Aplikasi Saat ke Turki ini Untuk Kemudahan Anda
- 8 Amalan Di Bulan Muharram Ini Wajib Kamu Tahu
- Tak Menguras Kantong! Inilah 10 Menu Buka Puasa Irit
- Hidup Sehat Dengan 12 Buah Yang Baik Untuk Buka Puasa
- Resep Cah Kangkung Ala Restoran untuk Buka Puasa
- Kolak Pisang, Takjil Rakyat Indonesia Saat Ramadhan
- Peristiwa Penting di Bulan Muharram Menurut Sejarah Islam
- Hadits Tentang Bulan Safar, Bukan Bulan Sial
Tag
