News Tips

Tak Salah Belajar dari (Mo) Salah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Liga Primer Inggris musim 2017-2018 memang sudah berakhir sinarnya. Namun ada satu pesepakbola di ranah Britania itu yang sinarnya masih benderang, siapa lagi kalau bukan Mohamed Salah Ghaly, atau acap dikenal dengan Mohamed Salah. Salah adalah salah satu dari banyak pesepakbola muslim yang berkarir di negeri Elisabeth. Bintang Liverpool ini telah mencetak 32 gol selama semusim dan mentasbihkan dirinya sebagai top scorer liga di musim pertamanya bersama The Reds, julukan Liverpool.

Pemain sayap yang direkrut dari klub ibukota Italia AS Roma ini pada awal kedatangannya di Liverpool tidak begitu diunggulkan. Mengingat ketika masih berseragam Chelsea, Salah lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Namun lambat laun seiring berjalannya liga, kontribusinya bersama The Reds mulai terlihat dan gol demi gol ia sarangkan. Sangat telihat jelas bahwa Salah adalah seorang pekerja keras di atas lapangan hijau. Dan tidak hanya di liga domestik, trio Firmansah (sebutan trio penyerang Liverpool; Firmino-Mane-Salah) sukses mengantar Liverpool sampai babak puncak Liga Champions edisi 2017-2018 melawan raksasa Real Madrid. Namun sayang, Salah hanya bisa bermain selama 20 menit babak pertama dan terhenti karena cedera pundak. Namun apa respon dari penonton yang hadir di stadion saat Salah keluar lapangan? Hampir semua suporter yang hadir berdiri dan memberikan standing applause menyemangatinya. Begitulah, kisah seorang Mohamed Salah di karir sepakbolanya.

 

Kedermawanan yang luar biasa

Kisah inspiratif pemain berkebangsaan Mesir ini tak berhenti di atas lapangan saja. Banyak sumber yang menuturkan bahwa Salah adalah seseorang yang tinggi rasa kepeduliannya terhadap anak yatim dan pendidikan. Dikutip dari The Sun, yayasan Amal Mohamed Salah saat ini tengah membangun sekolah dan ousat medis di Nagrig, Mesir. Nagrig sendiri merupakan tempat lahir bintang muslim ini. Sekolah yang dibangun ini bertujuan agar anak perempuan di Nagrig tidak perlu ke luar kota demi merasakan nikmatnya belajar di bangku sekolah.

Saat ini pemain berambut kribo tersebut mampu menghasilkan 90.000 pounds per minggu atau setara 1,7 miliar rupiah, wagelaseh! Tapi bukan Salah namanya bila tidak berderma. Ia menghabiskan 3.500 pounds setiap bulannya untuk membantu orang-orang di desanya, membeli makanan dan keperluan sehari-hari. Akibat dari kemurahan hatinya, Mohamed Salah dijuluki sebagai “Sang Pembawa Kebahagiaan” oleh rakyat Mesir.

 

Sosok Religius dan Muslim yang Taat

Berkarir di negeri yang minoritas muslim tidak melunturkan ketaatan dan kecintaan kepada agama Islam yang dipeluknya. Tak hanya sekali, Salah hampir selalu mengekspresikan kegembiraannya usai menyarangkan gol dengan sujud syukur di lapangan. Bentuk lain kecintaannya terhadap Islam juga terlihat di dalam keluarganya. Makka, pilihan nama untuk putri tercintanya tak lain diambil dari nama kota suci umat muslim yaitu Mekkah.

Salah pernah tertangkap kamera dan sempat viral media sosial Iinggris. Saat itu Liverpool tengah perjalanan tandang ke Selhurst Park markas Crystal Palace. Dalam video yang diunggah Dejan Lovren tersebut Salah sedang memainkan ponsel pintarnya. Namun yang malah menjadi fokus adalah Al Quran yang terletak di smping kursinya. Salah memang dikenal rekannya selalu menyempatkan untuk membaca Al Quran di sela-sela waktu kosongnya.

“Al Quran adalah pedoman hidupku, itu adalah penuntunku selama berada di negeri orang, maupun di negeri sendiri,” kata Salah kepada media Mesir.