1
Haji Travel Umroh Umroh & Haji

Usia Muda, Waktu Yang Tepat Untuk Berangkat Umroh

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskantentang masa mudanya untuk apa ia gunakantentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-AHadits ash-Ashahihah no. 946)

Pada saat usia muda, banyak dari kita bermimpi untuk pergi berhaji. Melihat Ka’bah secara langsung, minum air Zamzam langsung, melakukan tawaf, memakai pakaian Ihram, dan berbaur dengan saudara – saudara dari seluruh dunia dalam momen terbesar dalam sejarah umat manusia. Ini merupakan kesempatan yang langka untuk meminta ampunan dan ridho kepada Sang Pencipta dan memohon masuk ke Surganya. Insya Allah

Tapi mimpi ini terkadang terasa sangat jauh dan diluar jangkauan. Terutama terjadi kepada para pemuda.

Sebagai seorang manusia yang terus bergerak, setelah selesai universitas. Dan mempunyai kesempatan untuk pergi berhaji. Pada saat yang sama, ada banyak pihlihan hidup yang menarik untuk kita pilih. Entah itu pernikahan, trip atau liburan. Bagi anak muda, dengan banyak pilihan yang sangat menarik hati. Ada beberapa alasan untuk menempatkan hati, upaya, dan usaha dalam membuat perjalan impian seumur hidup menjadi kenyataan yaitu Melaksanakan haji.

  1. jika pintu telah tertutup, mungkin tidak akan terbuka kembali.

Pintu mimpi akhirnya terbuka, apakah anda akan memenuhinya? Hidup begitu singkat di bumi ini. kita tidak akan pernah tahu kesempatan seperti ini akan datang lagi atau tidak. Ketahuilah, Allah selalu memberi tahu kepada kita bahwa betapa singkatnya kehidupan di dunia.

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui  (Qur’an, 23:114)

Jika pintu untuk melaksanakan haji telah terbuka. Seseorang seharusnya bergembira pada kesempatan untuk melaksanakanya.

Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)

  1. Tidak menunda ibadah Haji

“Cepat-cepatlah kalian menunaikan haji, yakni haji wajib, karena sesungguhnya seseorang di antara kalian tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. (HR. Al-Imam Ahmad bin Hanbal)

webinar umroh.com

Siapapun tidak akan pernah tahu apa yang dapat menghalangi seseorang apabila tidak mengambil kesempatan untuk melaksanakan ibadah Haji. Nabi memberi tahu kita untuk mempercepat pelaksanaan ibadah haji. Kita tidak boleh menganggap remeh dan melalaikan panggilan untuk melaksanakan Haji. Serta kita tidak boleh memprioritaskan hal lain di atas panggilan ini. Bagi yang telah memiliki diberi kesempatan untuk ibadah Haji sudah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi kepada Allah.

  1. Haji menghapuskan Kemiskinan

Sebagaimana sabda Rosulullah SAW:

“Ikutilah antara haji dan umroh (yakni lakukanlah amalan haji, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan umroh), karena keduanya itu akan menghilangkan kefakiran/kemiskinan dan (menghapus) dosa-dosa, sebagaimana bara api (menghilangkan) kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada balasan/pahala bagi haji yang mabrur kecuali jannah (surga).” (HR Imam At-Tirmidzi no. 810, Ibnu Khuzaimah dalam As-Shohih no. 2512, dan An-Nasa’i no. 2631)

Sangat penting bagi kita bahwa kekhawatiran kita tidak menghentikan kita untuk melaksanakan ibadah Haji. Jika kita mengkhawatirkan rejeki kita, kita harus tetap melaksanakannya. Allah akan melancarkan rejeki kita. Insya Allah.

  1. Waktu Berdo’a

Salah satu keistimewaan dalam Haji addalah waktu berdo’a atau memohon kepada Allah. Berdo’a pada saat Haji akan dikabulkan oleh Allah, Insya Allah dan yang terbaik adalah saat Arafah selama Haji.

”Sebaik-baik doa adalah doa hari arafah.” (HR. Turmudzi 3585 dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1536)

“Tidak ada satu hari pun yang saat itu Allah demikian banyak membebaskan manusia dari neraka, melebihi hari Arafah.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 2840 dan Ibnu Hibban no. 3853. Hadits ini dihasankan oleh Ibnu Mandah dalam kitab At Tauhid, no. 984)

untuk para pemuda yang menginginkan kehidupan mereka menjadi lebih baik, pekerjaan yang baik, masuk ke sekolah tertentu, atau lebih meningkatkan dan mendekatkan diri kepada Allah, Haji adalah waktu dan tempat yang tepat. Pikirkan untuk didoakan selama Haji dan rasakan manfaat dari do’a – do’a tersebut. Insya Allah.

  1. Bersih dari Dosa

Bukan hanya do’a yang tak ternilai, tapi Haji merupakan kesempatan kita untuk menghapus dosa – dosa dan kesalahan seseorang dari masa lalu.

“Siapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan maka kembali seperti hari ibunya melahirkannya” (HR. Al Bukhari)

Bayangkan saja memiliki banyak dosa dan kesalahan lalu diampuni semua, serta memiliki hati yang bersih dan sehat, pikiran, hati dan jiwa yang dimurnikan kembali. Itu merupakan mimpi yang tak ternilai harganya.

  1. Memanfaatkan masa muda

Tidak hanya kesempatan untuk dihapuskan dosa dan kesalahan seperti dilahirkan kembali, tapi juga merupakan rasa syukur kita terhadap kesehatan yang diberikan oleh Allah, khususnya bagi pemuda yang masih semangat dan segar bugar.

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Manfaatkan rejeki yang tak bisa diukur ini sebaik – baiknya. Haji bukan hanya masalah spiritual, emosional, dan intelektual, tetapi juga fisik. Anda akan mendapatkan banyak manfaat dari setiap energi dan kesehatan fisik selama haji. Insya Allah.

  1. Pelajaran hidup

Sebagai anak muda, pelajaran hidup berharga sejak usia muda sangat berharga dan dapat meninggalkan kesan yang abadi. Salah satu pelajaran hidup terbesar yang bisa dipelajari dan dialami selama ibadah haji adalah bahwa manusia setara satu sama lain. Sama, kecuali dalam hal iman dan taqwa kepada Allah. Haji bukanlah sesuatu yang hanya dimimpikan atau diucapkan dilidah saja, tetapi sesuatu yang dipraktekan, disaksikan dan dialami.

Pria dan wanita dari setiap penjuru bumi berkumpul bersama dalam kesatuan dan tunduk kepada Allah selama Haji. Semua pria mengenakan pakaian kain putih sederhana yang sama. Pria dan wanita melaksakan ibadah yang sama. Muda dan tua. Kaya dan miskin. Semua orang sama di hadapan Alaah dan keimanan mereka yang pada akhirnya yang dinilai oleh Allah.