Umroh.com – Semua umat muslim akan merasakan perayaan Idul Fitri setelah menjalankan puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh. Idul Fitri adalah hari yang suci bagi umat Islam, mereka akan seperti lahir kembali. Saat Idul Fitri, umat muslim akan melaksanakan salat yang dinamakan salat Idul Fitri.
Sholat Idul Fitri adalah sholat sunnah yang hanya dilakukan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri saja, yang ditetapkan setiap tanggal 1 Syawal. Salat Idul Fitri dapat disebut juga sebagai sholat Id. Sholat Id termasuk sholat sunnah muakkad, yang artinya adalah sholat ini bersifat sunnah. Walaupun salat ini termasuk sunnah, akan tetapi sangat dianjurkan untuk menjalankannya agar mendapatkan pahala. berikut sunnah sholat idul fitri yang wajib diketahui
Sunnah Sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri termasuk dalam suatu ajaran Islam yang besar. Nabi Muhammad Saw menganjurkan untuk setiap umatnya melaksanakan sholat ied tersebut di lapangan yang terbuka. Bagi perempuan yang berhalangan tidak bisa mengikuti sholat Id, maka dianjurkan untuk berada di luar rumah. Nabi Muhammad Saw memberikan sunnah sebelum dan setelah salat Idul Fitri, sebagai berikut:
Sunnah Sebelum Salat Idul Fitri
- Mengumandangkan Takbir
Mengumandangkan takbir saat menjelang Idul Fitri termasuk dalam sunnah Nabi Muhammad Saw. Bahkan takbir tersebut sudah dilakukaan sejak malam hari, sebelum dilaksanakannya salat Idul Fitri. Semua umat muslim akan memperdengarkan kumandang takbir melalui masjid-masjid, bahkan sampai ada berkeliling di sekitar tempat tinggalnya. Menurut kitab Raudlatut Thalibin memberikan anjuran bahwa mengumandangkan takbir mulai dari terbenamnya matahari sampai naiknya imam ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya Idul Fitri. - Mandi
Sebelum melaksanakan salat sunnah Idul Fitri, sangat dianjurkan untuk umat muslim melakukan mandi sunnah terlebih dahulu. Menurut Imam Al Ghazali dalam risalah yang berjudul Al Adab fid Din, menjelaskan bahwa “Mandi pagi hari itu (Hari Id).” Mandi sunnah saat ingin menjalankan salat Idul Fitri berbeda dengan mandi sunnah yang lainnya. Syekh al Baijuri menjelaskan bahwa waktu yang tepat untuk mandi sunnah Idul Fitri/Idul Adha adalah pada tengah malam. Dan sebelum melakukan mandi sunnah, ada niat yang dibacakan yaitu; Nawaitul ghusla li ‘idil fithri sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya : Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah ta’ala. - Memakai Pakaian Yang Terbaik
Ketika Idul Fitri, umat muslim akan menggunakan sisi terbaiknya dalam menggunakan pakaian dan berhias pada dirinya. Al-Hafizh Ibnu Jarir rahimahullah mengatakan bahwa, “Ibnu Abid Dunya dan Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu Umar memiliki baju terbaik yang khusus dia pakai ketika dua hari raya (yaitu hari raya idul fitri dan hari raya idul adha.”
Saat Rasulullah menggunakan pakaian khususnya yang biasa dipakai saat hari raya Idul Fitri. Maka, umat muslim pun disunnahkan untuk menggunakan pakaian terbaik mereka saat hari raya Idul Fitri. - Makan
Sebelum berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Id, disunnahkan untuk muslim makan terlebih dahulu. Anas bin Malik radhiyallahuanhu mengatakan bahwa, “Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fitri hingga beliau memakan beberapa kurma.” (HR. Bukhari).
Al-Imam Asy-Syafi’i pun menjelaskan dalam kitab Al-Umm, bahwa “Kami memerintahkan bagi yang mendatangi tempat salat Ied untuk makan dan minum terlebih dahulu sebelum mendatangi tempat salat. Bila tidak makan, kami perintahkan untuk makan di jalan atau di tempat salat bila memungkinkan. Namun bila tidak, tentu tidak berdosa tetapi hukumnya makruh bila tidak dikerjakan.” Rasulullah Saw memakan kurma karena termasuk sebagai makanan pokok orang Madinah. Jadi, jika kalian ingin melaksanakan salat id bisa makan terlebih dahulu. - Jalan Kaki Menuju Tempat Sholat
Sholat Idul Fitri biasa dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. Bagi perempuan yang sedang berhalangan tidak melaksanakan salat id, tetap harus berada di luar rumah. Tetapi harus berada di luar area sholat id. Ketika ingin melaksanakan salat sunnah Idul Fitri, Nabi Muhammad Saw berjalan kaki menuju tempat salat. Ali Abi Thalib radhiayallahu anhu mengatakan bahwa, “Termasuk dari sunnah adalah keluar pada hari raya dengan berjalan kaki.” (HR. At Tirmidzi)
Maka dari itu umat muslim sangat dianjurkan untuk berjalan kaki menuju tempat sholat saat ingin melaksanakan sholat Idul Fitri.
Sunnah Sesudah Salat Idul Fitri
Setelah melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah, jangan langsung pulang ke rumah. Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan dan mendapatkan pahala yang begitu banyak.
- Mendengarkan Khutbah
Setelah salat id, diharapkan untuk tidak terburu-buru pulang. Karena, disunnahkan untuk mendengarkan khutbah. Hal tersebut pun Nabi Muhammad Saw memberikan anjuran kepada umat muslim untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri. - Pulang dengan jalan yang berbeda
Hal sunnah lainnya setelah salat id yaitu berangkat dan pulang salat dengan jalan yang berbeda. Demikianlah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw ketika menuju tempat salat id. Seperti yang dikatakan oleh Sahabat Jabir bin Abdullah ra, “Adapun Nabi Saw ketika hari raya idul fitri lewat jalan yang berbeda.” (HR. Bukhari) Namun ada keutamaan yang bisa diambil saat menggunakan jalan berbeda setelah salat id, yaitu bisa memperat tali silaturahmi dengan para jamaah yang ditemui. - Saling Menyapa
Saling menyapa setelah salat id sudah bukan menjadi bagian yang umum lagi. Di hari yang suci tersebut bisa membuat semakin erat tali persaudaraan. Salah satu ucapan yang dikenal saat silaturahmi Idul Fitri adalah Taqabbalallahu minna wa minkum. Salam-salaman ini pun tidak hanya saat masih di masjid saja, tetapi dalam perjalanan pulang pun bisa melakukannya.

