1
Muslim Lifestyle

Wajib Tahu! Inilah Penyebab Fitnah Terjadi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Dalam Islam, fitnah berarti cobaan atau ujian yang menimpa manusia. Fitnah tidak selalu berarti berita bohong yang disebar untuk menjelekkan seseorang. Sebagaimana pengertian fitnah yang dikenal masyarakat Indonesia. Agar tidak terjerumus dalam fitnah, maka kita harus mengetahui penyebabnya. Penyebab fitnah ada banyak. Mari simak penjelasan yang telah dirangkum umroh.com dari pendapat para ulama.

Ada dua hal yang menjadi penyebab fitnah. Pertama, sebab kauniyah. Kedua, sebab khusus. Sebab kauniyah terjadi karena sunnatullah. Sementara sebab khusus terjadi karena peristiwa manusiawi.

Baca juga: Penting! Inilah Dalil tentang Fitnah yang umat Muslim Harus Tahu

Penyebab Fitnah Kauniyah

Fitnah bisa terjadi karena Allah sedang ingin menunjukkan keadilanNya. Sekaligus menurunkan hikmah dengan cara menguji manusia. Selain itu, wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan meninggalnya para Sahabat turut menjadi penyebab. Kejadian ini menjadi fitnah (ujian), karena manusia kehilangan sosok terbaik sebagai teladan dan penunjuk jalan kebenaran.

Penyebab Fitnah Khusus

Para ulama menekankan penyebab ini sebagai fokus kita dalam hidup. Manusia bisa tertimpa fitnah karena kelalaiannya. Mereka mengabaikan Al Quran. Mereka menyepelekan petunjuk-petunjuk yang ada di Al Quran dan Hadis. Sehingga mereka enggan melaksanakan perintah Allah serta Rasulullah.

Para ulama pun menekankan bahwa kunci keselamatan manusia di dunia dan di akhirat adalah ketaatan pada Allah dan RasulNya. Berbagai fitnah terjadi karena manusia tidak lagi mengikuti petunjuk di dalam Al Quran dan Sunnah.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

Selain itu, fitnah juga bisa terjadi karena adanya konspirasi dari musuh-musuh Islam. Mereka bekerjasama mengelabui kaum muslimin secara halus. Sehingga banyak umat terperdaya dan akhirnya terjerumus dalam berbagai bentuk fitnah.

Fitnah pun bisa terjadi jika ada sekelompok kaum muslimin yang mencoba memberontak kepada pemimpin dengan dalih amar ma’ruf nahi mungkar. Mereka menghalalkan segala cara untuk merebut kekuasaan. Sehingga muncul gesekan dan perselisihan besar di masyarakat.

webinar umroh.com

Para ulama kemudian menggolongkan dua penyebab fitnah khusus. Pertama, karena keluar dari kebenaran (syubhat). Kedua, tidak sabar di atas kebenaran (syahwat).

1. Keluar dari Kebenaran

Umroh.com merangkum, seseorang yang keluar dari kebenaran biasanya karena enggan untuk mencari tahu tentang kebenaran. Ada juga yang telah mengetahui kebenaran, namun ia tidak memiliki keyakinan dan iman yang kokoh. Pada akhirnya, hal itu membuat seseorang terjebak dalam pemahaman yang menyimpang, kejahilan, dan lemahnya iman.

Fitnah juga bisa terjadi jika seseorang yang tidak memiliki (cukup) ilmu kemudian mengedepankan logika pribadi, dan disertai niat buruk. Hal ini bisa menyebabkan seseorang terperangkap dalam kekufuran, kemunafikan, hingga bid’ah dan khurafat.

Agar tidak terjebak dalam fitnah syubhat, kita harus berusaha memperkuat keyakinan terhadap kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya. Mencari tahu serta berpegang teguh pada Al Quran dan Sunnah akan membuat seseorang mampu mengendalikan pendapat pribadinya. Selain itu, hati kita juga akan terjaga dari niat-niat yang rusak akibat ketidaktahuan, sehingga memalingkanya dari kebenaran.

Jadilah tamu istimewa Allah dengan temukan paketnya cuma di Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"] 

2. Tidak Sabar Berada di Atas Kebenaran

Ketika seseorang merasa tidak sabar di atas kebenaran, sesungguhnya ia tengah terpengaruh oleh hawa nafsu. Sehingga terjerumus dalam fitnah. Orang-orang demikian pada dasarnya mengetahui hal-hal yang benar. Tetapi hawa nafsu atau syahwat menguasainya. Ia pun meninggalkan atau menjauhi kebenaran dalam keadaan sadar. Dalam kondisi ini, akal sehat manusia tidak lagi bisa berjalan.

Agar seseorang tidak terjebak dalam fitnah akibat syahwatnya, ia harus berlatih untuk sabar dan istiqomah dalam melakukan amal sholeh yang benar. Dia juga harus selalu mengedepankan akal sehat. Sehingga hawa nafsu tak membuatnya terjerumus pada kemaksiatan.

3. Fitnah Syubhat Lebih Dahsyat Daripada Fitnah Syahwat

Mengenai kedua penyebab fitnah itu, para ulama berpendapat bahwa fitnah syubhat lebih dahsyat dibandingkan fitnah syahwat. Biasanya, orang yang terjebak dalam fitnah syubhat merasa yakin telah berada di atas kebenaran. Padahal apa yang diyakininya adalah salah. Ini yang membuatnya sulit dan semakin jauh dari kebenaran.

Di samping itu, orang yang terjebak dalam fitnah syahwat biasanya masih sadar dan masih meyakini kebenaran, walaupun telah jatuh dalam maksiat atau dosa. Inilah yang membuat mereka lebih mudah untuk kembali pada kebenaran.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Walaupun begitu, tetap saja kita harus mewaspadai keduanya. Terjebak dalam fitnah bisa membuat kita terhanyut dalam maksiat. Jika pada akhirnya kita belum sempat bertaubat, bukan tidak mungkin kita akan berakhir menjadi penghuni neraka. Semoga kita selalu dilindungi Allah dari berbagai fitnah.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.