umroh.com

Ingat, Allah Selalu Mengawasi Kita Tanpa Henti (Part 2)

Redaksi Umroh.com2 menit baca

great-words-are-great-blessing-of-allah-swt

Penegasan secara berulang yang menyatakan bahwa Allah adalah Mahaawas yang selalu mengawasi dan juga Mahatahu yang mengetahui segala sesuatu yang ada pada manusia telah dinyatakan pula dalam surat-surat: QS al-Baqarah [2]: 271; QS Ali Imran [3]: 153, 180; QS at-Taubah [9]: 16; Hud [11]: 111; al-Hajj [22]: 63; an-Nur [24]: 53; QS an-Naml [27]: 88; QS Luqman [31]: 16, 29, 34; QS asy-Syura [42]: 27; QS al-Hujurat [49]: 13; QS al-Hadid [57]: 10; QS al-Mujadilah [58]: 3, 11, 13; QS al-Hasyr [59]: 18; QS al-Munafiqun [63]: 11; dan QS at-Taghabun [64]: 8.

Pengulangan ini tentunya akan memberikan juga sebuah penegasan agar para manusia selalu sadar bahwasannya setiap gerak-gerik yang mereka lakukan dan ucapan yang mereka katakan, bahkan setiap kedipan mata maupun tarikan nafas yang dilakukan manusia, semuanya tetap selalu berada dalam pengawasan dan monitoring dari Allah SWT. Bahkan Allah SWT juga Mahatahu atas segala sesuatu yang berada di dalam isi hati manusia (Lihat: QS Ali Imran [3]: 119).

Karena itulah, sejatinya dan sudah seharusnya pula seorang manusia—apalagi seorang Muslim—jika lebih takut “disadap” oleh Allah Yang Mahaawas dan Mahatahu daripada sekedar disadap oleh sesama manusia. Pasalnya, penyadapan yang dilakukab oleh sesame manusia paling banter hanya akan berefek di dunia. Adapun “penyadapan” oleh Allah SWT pastilah akan berefek di akhirat.

Dengan demikian penting bagi setiap Muslim untuk dapat menanamkan rasa takut kepada Allah SWT di mana saja mereka berada, kapan saja waktunya dan dalam kondisi seperti apa saja. Sebab, setiap amal-perbuatan kita, sekecil apapun, dilihat dan tentu akan dibalas oleh Allah SWT.

Lebih dari itu, terdapat juga sebuah perkara penting yang mana telah disebutkan oleh Baginda besar Nabi Muhammad SAW, yaitu yang menyatakan jika setelah Iman dan Islam adalah Ihsan. Dalam penjelasan beliau, disebutkan pula jika pengertian Ihsan adalah: “An tabudalLah ka-annaka tarahu. Fa-in lam takun tarahu fa-innahu yaraka yang memiliki arti: “Kamu beribadah [mengabdi] kepada Allah seakan-akan kamu melihat Dia. Jika kamu tidak bisa melihat Dia maka [yakinlah] bahwa Dia melihat kamu.” (HR Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibn Majah dan Ahmad).

Alhasil, selayaknya setiap Muslim selalu menanamkan dan memelihara sifat muraqabah (merasa selalu diawasi oleh Allah SWT) dalam dirinya. Hanya dengan itulah ia akan dapat menjadi orang yang bertakwa kepada Allah SWT.

Wama tawfiqi illa bilLah. []

Allah SWT Mengetahui Segala Isi Hati

Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Allah Mahatahu atas segala isi hati (TQS Hud [11]: 5).

Allah SWT Selalu Mengawasi

Iman seseorang yang paling utama adalah dia menyadari bahwa Allah senantiasa ada bersama dirinya di manapun dia berada (HR al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman, I/470).

News

Pernah Jadi Korban Penipuan Umroh? Ini Solusinya!

Jika Anda adalah salah satu dari korban penipuan First Travel ataupun Abu Tours yang gagal berangkat umroh, silahkan isi form yang telah tersedia di link ini: Umroh.com Event Masih teringat kasus besar tentang penipuan umroh yang dilakukan oleh First Travel dan Abu Tours? Dimana First Travel…

Fitria Ningsih

News

Cegah Virus Corona dan SARS dengan Hidup Sehat ala Rasul!

Umroh.com – Virus Corona dan SARS merupakan sebuah sumber penyakit yang sama – sama menyerang sistem pernapasan. Sama sepeti yang terjadi sekarang yang bermula di kota Wuhan, Cina dimana sudah menyerang banyak makhluk hidup, khususnya manusia. Tercatat lebih dari 2500 kasus yang sudah yang terjadi…

Kurniadi Prasetia

News

Baca Doa Terhindar Penyakit Virus Corona di Sini!

Umroh.com – Virus corona adalah sebuah wabah virus baru yang disebabkan oleh burung dan mamalia. Virus Corona menyebabkan penyakit yang mematikan pada manusia, biasanya menyerang bagian pernapasan. Virus ini memiliki struktur membran, glikoprotein yang menyerupai paku, selubung lipid bilayer, dan…

Kurniadi Prasetia