umroh.com

Inilah Pengertian Hijab Yang Terus Mengalami Metamorfosis

Redaksi Umroh.com4 menit baca

Inilah Pengertian Hijab Yang Terus Mengalami Metamorfosis

1- Istilah “Hijab” telah mengalami metamorfosis. 2- Dari konotasi tabir (penutup), bahkan purdah, “Hijab” kini populer dg konotasi pakaian Muslimah yg menutup aurat. 3- aka, ada istilah “Hijabers” untuk komunitas pemakai “Hijab”. 4- Karena model dan bentuknya beragam, maka ada lagi istilah “Hijab Syar’i”. 5- Dengan konotasi pakaian Muslimah yang memenuhi kriteria syara’. Karena ada hijab yang tidak syar’i. 6- Bagi kaum hawa, seluruh tubuh wanita adalah aurat. Bahkan Nabi saw. bersabda, “Wanita itu aurat.” 7- “Ketika dia keluar (dari rumahnya), maka syaitan pun mengagungkannya.” (Hr. At-Tirmidzi) 8- Nabi menyebutnya dengan “aurat”, karena wanita merupakan kehormatan (kemuliaan) yang harus dijaga. 9- Jika ia dilepas keluar, maka ia akan digunakan syaitan sebagai perangkapnya untuk memerangkap lawan jenisnya. 10- Begitu luar biasa Islam menempatkan perempuan. Ia ditempatkan pada kedudukan yg terhormat, dan betul-betul dimuliakan. 11- Sampai-sampai ketika seseorang terbunuh, karena membela kehormatannya (wanita) pun dinyatakan mati syahid. 12- Nabi bersabda, “Siapa saja yang terbunuh, karena membela kehormatannya, maka dia mati syahid.” (Hr. At-Tirmidzi) 13- Karena itu, Islam pun menggariskan, bahwa kehormatan tersebut harus dijaga dan dilindungi. 14- Karena itu, Islam pun menggariskan, bahwa kehormatan tersebut harus dijaga dan dilindungi. 15- Baik oleh pemilik kehormatan itu sendiri, keluarga, masyarakat maupun Negara 16- Islam kemudian mewajibkan kaum perempuan menutup auratnya, dari ujung rambut hingga kakinya. 17- kecuali, wajah dan kedua telapak tangannya. Menutup dengan kain yang memang layak menjadi penutup 18- Penutup yang bisa menutupi kulitnya dari pandangan lawan jenisnya. Itulah yang disebut Satru al-aurat. 19- Maka, ketika Asma’ binti Abu Bakar masuk ke rumah Nabi saw. dengan pakaian tipis, baginda saw. membuang pandangannya. 20- Lalu Nabi saw.menasihati Asma’, “Wahai Asma’, jika wanita itu sudah haid (dewasa), maka tidak boleh nampak darinya..” 21- Kecuali ini dan ini, sambil menunjuk ke arah wajah dan telapak tangan Nabi.” (Hr. Abu Dawud) 22- Sikap Nabi membuang pandangan membuktikan, bahwa menutup aurat bukan sekedar berpakaian. 23- Tetapi pakaian yang bisa menutupi warna kulit. Pakaian yang tidak tembus pandang. 24- Jika tidak, maka meski berpakaian, tetapi aurat yang menjadi kehormatannya tetap saja tidak terlindungi. 25- Islam tidak saja menjaga dan melindungi kehormatan wanita dengan mewajibkannya menutup seluruh auratnya. 26- Tetapi juga melarangnya untuk berpakain yg bisa menarik perhatian lawan jenis. Meski, seluruh auratnya sudah tertutup. 27- Allah berfirman, “Dan hendaknya perempuan2 itu tdk melakukan tabarruj seperti yang dilakukan orang2 Jahiliyah dulu.” 28- Itulah titah Allah dlm Q.s. al-Ahzab: 33. Tegas, tdk boleh melakukan tabarruj. Berdandan menarik perhatian lawan jenis.

29- Di masa Jahiliyah, kaum hawa memakai gelang kaki, ketika mrk berjalan sambil menjejakkan kakinya ke tanah. 30- Agar terdengar suara gelang kakinya. Tujuannya untuk menarik kaum lawan jenisnya. 31- Kaum pria yg ada di sekitarnya pun telinga dan matanya tertuju kepadanya. Begitulah, dahulu mereka melakukan “tabarruj”. 32- Karena itu, Islam tidak saja melarang tabarruj, tetapi juga mewajibkan kaum perempuan menutup seluruh auratnya. 33- Tidak hanya sampai di situ, Islam menyempurnakan perlindungannya terhadap kaum perempuan dg mewajibkannya berjilbab. 34- “Jilbab” adalah jubah. Allah berfirman: “Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu..” 35- “serta perempuan kaum Mukmin, agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka.” (Q.s. al-Ahzab: 59) 36- Tidak hanya itu, Allah jg berfirman: “Hendaknya kaum perempuan itu mengulurkan kerudungnya hingga ke dada-dada mereka.” 37- tulah titah Allah, dalam Q.s. an-Nur: 31. Iya, Jilbab, yang tak lain adalah jubah, untuk menutup tubuh wanita. 38- Sedangkan himar, yang tak lain adalah kerudung, untuk menutup bagian kepala wanita hingga dada. 39- Jilbab dan himar itu, dua-duanya, ditetapkan sebagai pakaian wajib kaum perempuan ketika berada di luar rumah. 40- Semuanya itu untuk menjaga dan melindungi kehormatan kaum perempuan. Begitulah Islam menjaga dan melindungi wanita. 41- Wanita ditempatkan sebagai kehormatan yang wajib dilindungi dan dijaga, bahkan dengan taruhan nyawa sekalipun. 42- Lihatlah, bagaimana sikap Nabi saw., saat seorang wanita Muslimah, yg ujung jubahnya diikat orang Yahudi Bani Qainuqa’! 43- Ketika wanita itu hendak meninggalkan lapak Yahudi itu, dia pun terjatuh, jubahnya tersingkap, dan auratnya terlihat. 44- Dampak dari peristiwa ini, Nabi saw. pun murka. Yahudi Bani Qainuqa’ pun akhirnya diperangi dan diusir dari Madinah. 45- Lihatlah, bagaimana Khalifah al-Mu’tashim, saat memenuhi jeritan wanita yang memanggil namanya, “Wahmu’tashimah!” 46- (Wahai al-Mu’tashim, di manakah Engkau!). Khalifah agung itu pun kerahkan tentara untuk menuntut kehormatan wanita itu. 47- Wanita naas yang jilbabnya ditarik tentara Romawi itu membuat Khalifah al-Mu’tashim murka. 48- Lihatlah, akibatnya,30,000 tentara Romawi tewas, dan lainnya menjadi sabaya (semacam tawanan). 49- Benteng Amuriah yang angker itu pun berhasil ditaklukkan oleh Khalifah yang agung itu (Ibn Katsir, al-Bidayah, I/1601). 50- Begitulah Islam memandang kehormatan wanita. Apapun dipertaruhkan untuk menjaga dan melindunginya. 51- Maka, ketika ada wanita yang mengumbar auratnya, dia tidak saja melawan perintah dan larangan Allah SWT. 52- Tetapi, wanita itu juga menjatuhkan martabat dan kehormatannya sendiri, di hadapan Allah dan manusia. 53- Siapa saja yg melecehkannya, tidak saja melecehkan kehormatan wanita, tapi telah melecehkan Dzat Pentitah, Allah SWT. 54- Maka berhijab bkn sekedar kewajiban, apalagi fashion. Tapi lebih dari itu, merupakan kehormatan dan kemuliaan wanita. 55- Begitulah Allah menjaga dan melindungi kehormatan wanita. Moga Allah melindungi anak-anak, isteri dan Muslimah kita.

Muslim Lifestyle

Ini 6 Hikmah di Balik Perintah Allah untuk Berhijab

Umroh.com – Allah SWT telah menjelaskan dalam surat Al Ahzab ayat 59, untuk memerintahkan secara tidak langsung agar para kaum muslim dan muslimin di seluruh dunia senantiasa menutup auratnya dengan pakaian tertutup. Surat Al Ahzab memililki arti “wahai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu…

Annisa Nurlianita

Muslim Lifestyle

Terungkap, Ternyata Ini Pengertian Burqa yang Benar

Umroh.com – Burqa diambil dari bahasa Arab yang artinya adalah pakaian Islam untuk perempuan yang menutupi seluruh bagian badan, mulai dari atas kepala hingga ujung kaki. Beberapa kamus bahasa Arab, seperti al-‘Ain, Jamharatul Lughah, Tahdzibul Lughah, dan Lisanul ‘Arab mengatakan bahwa Burqa…

Annisa Nurlianita

Muslim Lifestyle

Begini Pengertian Jilbab Sesuai Syariat Islam

Umroh.com – Islam tidak membenarkan muslim menutup seluruh tubuhnya tanpa ada yang kelihatan sama sekali. Dan tidak dibenarkan pula muslimah telanjang tanpa menggunakan busana sama sekali. Kedua bentuk ini tentunya telah keluar dari rambu-rambu yang telah di tetapkan oleh Allah swt dan Rasulnya…

Annisa Nurlianita