Inilah Fenomena Pengertian Hijab yang Terus Mengalami Metamorfosis (Part 2)
Redaksi Umroh.com2 menit baca

Untuk poin 1-28, bisa dilihat di part 1 dengan link berikut: https://www.umroh.com/blog/inilah-fenomena-pengertian-hijab-yang-terus-mengalami-metamorfosis-part-1/.
29- Di masa Jahiliyah, kaum hawa memakai gelang kaki, ketika mrk berjalan sambil menjejakkan kakinya ke tanah. 30- Agar terdengar suara gelang kakinya. Tujuannya untuk menarik kaum lawan jenisnya. 31- Kaum pria yg ada di sekitarnya pun telinga dan matanya tertuju kepadanya. Begitulah, dahulu mereka melakukan “tabarruj”. 32- Karena itu, Islam tidak saja melarang tabarruj, tetapi juga mewajibkan kaum perempuan menutup seluruh auratnya. 33- Tidak hanya sampai di situ, Islam menyempurnakan perlindungannya terhadap kaum perempuan dg mewajibkannya berjilbab. 34- “Jilbab” adalah jubah. Allah berfirman: “Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu..” 35- “serta perempuan kaum Mukmin, agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka.” (Q.s. al-Ahzab: 59) 36- Tidak hanya itu, Allah jg berfirman: “Hendaknya kaum perempuan itu mengulurkan kerudungnya hingga ke dada-dada mereka.” 37- tulah titah Allah, dalam Q.s. an-Nur: 31. Iya, Jilbab, yang tak lain adalah jubah, untuk menutup tubuh wanita. 38- Sedangkan himar, yang tak lain adalah kerudung, untuk menutup bagian kepala wanita hingga dada. 39- Jilbab dan himar itu, dua-duanya, ditetapkan sebagai pakaian wajib kaum perempuan ketika berada di luar rumah. 40- Semuanya itu untuk menjaga dan melindungi kehormatan kaum perempuan. Begitulah Islam menjaga dan melindungi wanita. 41- Wanita ditempatkan sebagai kehormatan yang wajib dilindungi dan dijaga, bahkan dengan taruhan nyawa sekalipun. 42- Lihatlah, bagaimana sikap Nabi saw., saat seorang wanita Muslimah, yg ujung jubahnya diikat orang Yahudi Bani Qainuqa’! 43- Ketika wanita itu hendak meninggalkan lapak Yahudi itu, dia pun terjatuh, jubahnya tersingkap, dan auratnya terlihat. 44- Dampak dari peristiwa ini, Nabi saw. pun murka. Yahudi Bani Qainuqa’ pun akhirnya diperangi dan diusir dari Madinah. 45- Lihatlah, bagaimana Khalifah al-Mu’tashim, saat memenuhi jeritan wanita yang memanggil namanya, “Wahmu’tashimah!” 46- (Wahai al-Mu’tashim, di manakah Engkau!). Khalifah agung itu pun kerahkan tentara untuk menuntut kehormatan wanita itu. 47- Wanita naas yang jilbabnya ditarik tentara Romawi itu membuat Khalifah al-Mu’tashim murka. 48- Lihatlah, akibatnya,30,000 tentara Romawi tewas, dan lainnya menjadi sabaya (semacam tawanan). 49- Benteng Amuriah yang angker itu pun berhasil ditaklukkan oleh Khalifah yang agung itu (Ibn Katsir, al-Bidayah, I/1601). 50- Begitulah Islam memandang kehormatan wanita. Apapun dipertaruhkan untuk menjaga dan melindunginya. 51- Maka, ketika ada wanita yang mengumbar auratnya, dia tidak saja melawan perintah dan larangan Allah SWT. 52- Tetapi, wanita itu juga menjatuhkan martabat dan kehormatannya sendiri, di hadapan Allah dan manusia. 53- Siapa saja yg melecehkannya, tidak saja melecehkan kehormatan wanita, tapi telah melecehkan Dzat Pentitah, Allah SWT. 54- Maka berhijab bkn sekedar kewajiban, apalagi fashion. Tapi lebih dari itu, merupakan kehormatan dan kemuliaan wanita. 55- Begitulah Allah menjaga dan melindungi kehormatan wanita. Moga Allah melindungi anak-anak, isteri dan Muslimah kita.



