umroh.com

Inilah Beberapa Sifat Penghuni Surga yang Wajib Kamu Tahu (Part 2)

Redaksi Umroh.com2 menit baca

Rahasia-Penciptaan-Surga-dan-Neraka

(untuk bahasan sebelumnya, dapat melihat di link berikut: https://www.umroh.com/blog/inilah-beberapa-sifat-penghuni-surga-yang-wajib-kamu-tahu-part-1/)

Kemudian disebutkan sifat mereka lainnya dengan firman-Nya: wayakhâfûna yawm[an] syarruhu mustathîr[an] (mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana). Mereka takut akan kedatangan suatu hari yang keburukannya merata di mana-mana. Hari yang dimaksudkan dalam ayat ini tak lain adalah hari Kiamat.

Adapun syarruhu bermakna azab-Nya.

Lalu kata mustathîr[an], menurut Ibnu Abbas, bermakna fâsyi[an] (merata, menyebar).

Muqatil berkata, “Keburukannya menyebar ke langit sehingga langit terbelah, bintang-bintang berhamburan, dan para malaikat terkejut. Adapun di bumi, gunung-gunung hancur dan air meluap.”

Mereka merasa takut terhadap siksa Allah yang akan menimpa mereka pada hari itu lantaran mereka tidak memenuhi nazar yang telah mereka janjikan dan berbagai kewajiban lainnya.

Rasa takut itu mendorong mereka taat kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Abdurrahman as-Sa’di berkata, “Mereka takut akan ditimpa keburukannya sehingga meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkan mereka mendapatkan keburukannya.”

Kemudian Allah SWT berfirman: wa yuth’imûna al-tha’âm ‘alâ hubbihi miskîn[an] wa yatîm[an] wa asîr[an] (dan mereka memberikan makanan yang mereka sukai kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan). Ayat ini menambahkan sifat mereka yang lain. Mereka memberikan makanan yang mereka sukai kepada orang-orang miskin, anak-anak yatim dan para tawanan.

Menurut sebagian mufassir, dhamîr dalam ayat ini merujuk pada makanan yang mereka berikan. Artinya, mereka memberikan makan kepada orang-orang miskin berupa makanan yang mereka sukai. Di antara yang berpendapat demikian adalah Ibnu Katsir, al-Alusi, Mujahid, dan Muqatil.

Menurut Ibnu Katsir, pengertian tersebut semakna dengan QS al-Baqarah [2]: 177 dan Ali Imran [3]: 92).

Selain makanan yang diberikan adalah makanan yang mereka sukai, mereka juga selektif terhadap orang yang diberi, yakni orang-orang paling memerlukan. Dalam ayat itu disebutkan ada tiga golongan, yakni orang-orang miskin, anak-anak yatim dan orang-orang yang menjadi tawanan.

Kemudian diberitakannya alasan dan juga motif yang melatarbelakangi perbuatan mereka: Innamâ nuth’imukum li wajhiL-lâh (Sungguh kami memberikan makanan kepada kalian hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah). Kalimat itu memiliki arti, dimana mereka memberikan makanan tersebut karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Lalu ditegaskan lagi: Lâ nurîdu minkum jazâ‘[an] (Kami tidak menghendaki balasan dan ucapan terima kasih dari kalian). Ini merupakan suatu penegasan terhadap kalimat sebelumnya. Sebab orang yang memberikan makan karena mengharap ridha Allah SWT, tentunya tidak mengharapkan balasan dan meminta orang yang diberi makan ucapan terima kasih kepada dirinya.

Dengan demikian mereka tidak mengharapkan suatu balasan dari orang yang diberi, baik balasan itu berupa jazâ‘[an] maupun syukûr[an]. Menurut penjelasan yang dipaparkan oleh Abdurrahman as-Sa’di, kata jazâ‘[an] disini berarti imbalan materi, sedangkan kata syukûr[an] merupakan pujian lisan.

(bersambung ke part 3)

Motivasi

Inilah Manfaat Menjadi Orang yang Sabar

Umroh.com – Al Quran, sebagai kitab suci yang Allah turunkan, banyak menyampaikan pesan tentang kesabaran. Misalnya dalam kisah para nabi Allah. Kita banyak memetik pelajaran tentang pentingnya sabar. Seperti kesabaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam menghadapi kaum kafir yang…

Tommy Maulana

Motivasi

Hikmah Investasi Akhirat dengan Pembangunan Masjid

Umroh.com – Bagi setiap muslim, tentu sudah tidak asing lagi mendengar kata masjid, masjid adalah bentuk dari sebuah bangunan yang dibangun untuk dijadikan tempat beribadah bagi para umat muslim di dunia ini, masjid juga menjadi tempat yang suci. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, oleh…

Redaksi Umroh.com

Motivasi

4 Kriteria Memilih Jodoh yang Baik, Nomor 1 Paling Utama

Memilih seseorang untuk menjadi pendamping yang sesuai dengan kriteria pribadi masing-masing memang tidak mudah. Banyak hal yang dipertimbangkan untuk menentukan siapa orang yang tepat menemani sepanjang hidupnya kelak. Namun Memang, memilih pasangan merupakan urusan perasaan, sehingga ketika…

Redaksi Umroh.com